Tak terima, Amel menganggap itu sudah termasuk SARA di media sosial. Amel secara blak-blakan menilai bahwa komentar aura magrib sudah termasuk ke dalam SARA karena melanggar aturan suku, agama, ras, dan antar golongan.
Wanita 22 tahun ini menganggap bahwa komentar semacam itu dapat menyinggung perasaan orang lain walaupun tidak ditujukan untuk seseorang.
| baca juga: Jennie Blackpink Nge-vape di Ruangan, Penggemar Heboh |
Amel meminta netizen untuk bersikap lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial, terutama saat menyampaikan komentar. Terlebih lagi magrib adalah waktu salatnya orang Islam sehingga tidak bisa dijadikan bahan lelucon.
"Kalau berbau agama alangkah baiknya jangan dijadiin becandaan, aura maghrib gelap gitu ah,” ucap Amel kepada awak media di Jakarta Selatan.
Amel sendiri pun merasa tersinggung dengan komentar aura magrib tersebut karena ia mempunyai warna kulit berwarna kecoklatan. Maka dari itu, Amel dengan tegas mengecam komentar tersebut untuk tidak diucapkan lagi karena sudah termasuk unsur SARA.
"Magrib tuh tenang dan kumpul keluarga. Ya kalau bisa jangan berbau SARA," tandas Amel.
(Indy Tazkia Aulia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News