The Panturas (Foto: Medcom/Rafi)
The Panturas (Foto: Medcom/Rafi)

Eksklusif: Cerita The Panturas Tampil di Luar Negeri bak Timnas Indonesia

Rafi Alvirtyantoro • 17 Agustus 2026 09:30
Ringkasnya gini..
  • Bassist The Panturas Gogon mengibaratkan mentalitas tampil di luar negeri layaknya pemain timnas yang menjaga reputasi bangsa.
  • The Panturas konsisten mempertahankan tradisi menyapa penonton internasional dengan menyebut daerah asal mereka Jatinangor sejak 2017.
  • Selain membagikan pengalaman tur dunia, The Panturas menyoroti hambatan regulasi dan masalah visa yang dihadapi musisi lokal.
Jakarta: Band surf rock asal Jatinangor, The Panturas, menganggap diri mereka layaknya tim nasional yang mewakili Indonesia saat tampil di panggung internasional.
 
Bassist The Panturas, Gogon, menyampaikan bahwa membawa nama bangsa ke luar negeri memberikan tanggung jawab tersendiri bagi seluruh personel.
 
"Indonesia kan bendera yang kita bawa waktu kita main. Setiap kita ada kesempatan bisa main di luar negeri, entah itu waktu kita di Singapura sampai waktu kita main di Jepang (Fuji Rock), kita ditulisnya 'The Panturas - Indonesia.' Jadi kita hari itu jadi timnas-lah," kata Gogon dalam wawancara bersama Medcom.id.

Mentalitas Bertanding di Luar Kandang

Ia mengibaratkan mentalitas tampil di luar negeri mirip dengan para pemain tim nasional sepak bola Indonesia yang sedang bertanding di laga tandang. Hal tersebut mendorong The Panturas untuk selalu memberikan performa terbaik demi menjaga reputasi musik tanah air.

"Kalau gue waktu itu mentalnya adalah: ini gimana caranya gue jadi kayak Rizky Ridho waktu gue manggung di luar? Karena orang yang menonton kita bakal mikir, kalau kita hari itu mainnya jelek, ya dia mungkin bisa mikir, Ah semua band Indonesia jelek'," ungkap Gogon.
 
"Makanya kalau gue dan anak-anak mikirnya, kita kayak pemain timnas aja nih yang lagi away day," lanjutnya.
 
Mereka menyadari penuh bahwa setiap aksi panggung akan membentuk persepsi para penonton asing terhadap industri musik Indonesia.
 
"Jadi kita menganggap Indonesia adalah bendera yang kita bawa dan jangan sampai dibikin malu lah," ujar Gogon.

Tradisi Menyapa Panggung Internasional

Gogon turut membagikan salah satu momen paling berkesan sepanjang perjalanan The Panturas melakoni tur luar negeri.
 
"Momen paling keren buat gue adalah waktu kita pertama kali manggung di luar negeri, waktu itu di Singapura," ungkap Gogon.
 
Ia menceritakan tradisi khusus yang konsisten dijaga oleh band sejak awal berdiri pada tahun 2017.
 
"The Panturas tuh selalu di awal set bilang, 'Jeng! Halo, kami The Panturas dari Jatinangor!' Kita selalu ngomong kayak gitu di semua panggung The Panturas dari awal manggung tahun 2017-an lah sampai hari ini," jelas Gogon.
 
Tradisi menyebutkan daerah asal tersebut terus dipertahankan dalam setiap penampilan mereka di berbagai panggung dunia.
 
"Akhirnya waktu kita dapat kesempatan main di Singapura lagi, melakukan hal yang sama, terus manggung di Malaysia, Taiwan, Thailand, sampai di Jepang, itu selalu kita keluarin dan gue selalu merasa momen itu keren," pungkas Gogon.

Tantangan Regulasi dan Dukungan Visa

Selain membagikan pengalaman di kancah internasional, The Panturas turut menyoroti potensi besar musik lokal yang masih terkendala hambatan regulasi serta minimnya dukungan pengurusan visa.
 
Simak selengkapnya dalam wawancara eksklusif bersama The Panturas di Medcom.id.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA