Hal tersebut diungkap melalui wawancara eksklusif dengan Medcom beberapa waktu lalu. Ketika ditanya rencananya untuk mengadakan pertunjukan musik di Jakarta, ia mengaku ingin sekali kembali ke ibu kota Indonesia itu.
“Aku lagi ngobrol-ngobrol ke temen-temen musisi di Indonesia kalo aku pengin manggung di sana,” ujar PYC.
Sambungnya, “Rasanya kayak main di rumah.”
Musisi tersebut pun menceritakan bahwa perjalanan karier musiknya dimulai saat ia tinggal di Jakarta. Kala itu, ia berusia sekitar 11 tahun ketika menjadi vokalis band sekolahnya dan kerap mengikuti kompetisi antarband.
“Jujur, pertama kalinya aku jadi penyanyi itu pas aku ikut band sekolah waktu di Jakarta. Aku dulu sering ikut kompetisi antarband dan itu di Jakarta. Kalo aku bisa balik ke sana dan main lagi, rasanya akan luar biasa,” kenangnya.
Jika berkesempatan untuk kembali ke Indonesia, ia ingin meluangkan waktu setidaknya seminggu. PYC ingin mengunjungi tempat-tempat yang melihatnya tumbuh selama di Jakarta.
PYC Sempat Tinggal di Indonesia
Di kesempatan yang sama, musisi itu mengaku sempat tinggal di kawasan Jakarta Selatan pada periode 2011–2013. Kala itu, PYC berusia 11 tahun dan pertama kali tinggal di luar negeri. Tak hanya Indonesia, pelantun “Spider-Guy” ini sempat tinggal di Prancis, Italia, Jepang, dan Vietnam.PYC juga mengenang hal-hal yang dirindukan dari Indonesia selama tumbuh di sini. Ia menjelaskan bagaimana orang-orang Jakarta sangat luar biasa hingga mampu meninggalkan impresi yang baik baginya. Jajanan gerobak pun menjadi salah satu hal yang ia rindukan.
“Dan makanan di sana enak banget. Gorengan selalu jadi pilihan utamaku… Aku kangen sekali sama bakwan dan gorengan,” tutur PYC.
PYC adalah musisi alt-pop pendatang baru asal Thailand yang memadukan narasi cerita yang playful dengan kejujuran emosional. Dikenal lewat kemampuannya mengubah kerentanan menjadi gambaran yang hidup, PYC menulis lagu-lagu tentang cinta, kerinduan, dan hubungan manusia melalui sebuah narasi yang dekat dan metafora sensorik.
Melalui album terbaru berjudul taste, dia memperkenalkan dunia di mana emosi dirasakan secara mendalam dan diekspresikan tanpa ragu; sebuah penanda awal dari perjalanan artistik yang khas.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News