Jakarta: Musisi asal Rwanda, Ruti Joel, membawa warna musik negaranya ke Indonesia melalui penampilan dalam rangkaian peringatan Kwibohora 32 di Jakarta. Kehadirannya menjadi kesempatan bagi Ruti untuk memperkenalkan kekayaan musik tradisional Rwanda kepada masyarakat Indonesia dengan pendekatan yang lebih modern.
Ruti Joel dikenal sebagai salah satu musisi yang konsisten membawa musik Gakondo, warisan musik tradisional Rwanda, ke hadapan generasi masa kini. Dalam karya dan penampilannya, unsur tradisional tersebut dikemas dengan sentuhan aransemen modern sehingga dapat dinikmati oleh pendengar dari berbagai latar belakang.
Kesempatan tampil di Indonesia pun menjadi pengalaman tersendiri bagi Ruti Joel. Melalui musik, ia membawa identitas dan cerita dari negaranya sekaligus membuka ruang bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal budaya Rwanda dari sisi yang lebih dekat dan menyenangkan.
Penampilan Ruti Joel menjadi salah satu bagian dari malam budaya bertajuk Kwibohora 32: Rwanda's Journey Continues yang digelar di The St. Regis Jakarta Ballroom pada Jumat malam, 17 Juli 2026. Acara tersebut menghadirkan berbagai elemen budaya Rwanda kepada para tamu yang hadir.
Bagi Rwanda, musik menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan karakter dan kekayaan budayanya kepada dunia. Kehadiran Ruti Joel di Jakarta memperlihatkan bagaimana musik tradisional tetap dapat bertahan dan berkembang tanpa kehilangan akar identitasnya.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rwanda untuk Indonesia, H.E. Sheikh Abdul Karim Harelimana, menilai budaya memiliki kekuatan untuk mendekatkan masyarakat dari negara yang berbeda. Musik bahkan dapat menjadi pintu masuk bagi seseorang untuk mengenal kehidupan dan tradisi sebuah bangsa.
"Musik dan budaya adalah bahasa universal yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang, membangun rasa saling memahami, serta memperkuat persahabatan antarbangsa," ujar Abdul Karim Harelimana.
Semangat tersebut tercermin dalam kehadiran Ruti Joel di Indonesia. Lewat musik Gakondo yang dibawakannya, masyarakat Indonesia dapat mengenal sisi lain Rwanda yang kaya akan tradisi, seni, dan nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ruti Joel juga menjadi gambaran generasi musisi Rwanda yang berusaha menjaga warisan budaya dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman. Perpaduan antara elemen tradisional dan aransemen modern membuat musik yang dibawakannya memiliki peluang untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, termasuk generasi muda di luar Rwanda.
Kehadiran musisi Rwanda di Jakarta sekaligus membuka kesempatan terjadinya pertukaran budaya melalui musik. Indonesia yang memiliki keragaman musik tradisional dinilai menjadi tempat yang menarik untuk memperkenalkan Gakondo kepada pendengar baru.
Abdul Karim Harelimana mengatakan hubungan antara masyarakat dari dua negara dapat tumbuh melalui proses saling mengenal budaya. Menurutnya, hubungan tersebut tidak hanya dibangun melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui interaksi yang memungkinkan masyarakat memahami identitas satu sama lain.
Penampilan Ruti Joel merupakan bagian dari upaya Kedutaan Besar Republik Rwanda untuk Indonesia dalam memperkenalkan budaya negaranya kepada publik Tanah Air. Musik dipilih sebagai salah satu medium karena memiliki kemampuan untuk menembus batas bahasa dan menghadirkan kedekatan secara langsung dengan penonton.
Rangkaian penampilan Ruti Joel di Indonesia tidak berhenti dalam malam peringatan Kwibohora 32. Musisi tersebut juga dijadwalkan tampil dalam konser budaya di Midaz Golf Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Konser itu diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati musik Rwanda secara langsung. Melalui panggung tersebut, Ruti Joel membawa musik tradisional negaranya ke hadapan publik yang mungkin sebelumnya belum banyak mengenal budaya musik dari negara di Afrika Timur tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan