for Revenge (Foto: Medcom/Basuki)
for Revenge (Foto: Medcom/Basuki)

for Revenge Siapkan Tur dan Konser Tunggal Rayakan 20 Tahun Berkarya

Basuki Rachmat • 29 Januari 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • for Revenge membuka rencana tur album dan konser tunggal 20 tahun karier yang akan merangkum Perayaan Patah Hati Babak 1 dan Babak 2.
  • Konser dua dekade for Revenge direncanakan digelar di Bandung usai rangkaian tur album Perayaan Patah Hati Babak 2 pada 2026.
  • for Revenge berharap Cimot bisa comeback di konser 20 tahun, namun band menegaskan pemulihan sang drummer tetap jadi prioritas.
Jakarta: Grup musik alternatif rock asal Bandung, for Revenge, membuka wacana besar untuk kembali menggelar rangkaian tur sekaligus konser tunggal dalam rangka menyambut 20 tahun perjalanan bermusik mereka. Rencana ini juga menjadi bagian dari perayaan karya-karya terbaru yang terangkum dalam album Perayaan Patah Hati – Babak 2, yang resmi dirilis pada Desember 2025 lalu.
 
Antusiasme dari For Revenge Family (sebutan fans for Revenge) yang begitu besar pada konser tunggal perdana bertajuk Sang Derana, yang digelar di Ecovention Hall Ancol, Jakarta, pada Juli 2025, menjadi salah satu pemicu utama lahirnya rencana tersebut. 
 
Kesuksesan konser tersebut membuat band yang dikenal lewat hits "Serana" tersebut mulai memikirkan langkah lanjutan yang lebih besar di tahun 2026.

Dalam sesi temu sapa di kantor Sony Music Indonesia, CIBIS Park, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 Januari 2026, vokalis for Revenge, Boniex, mengungkapkan bahwa saat ini for Revenge bersama tim tengah mematangkan skema besar yang akan diawali dengan tur album sebelum berpuncak pada konser perayaan 20 tahun.
 
"Sekitar Agustus atau September ya Insya Allah. Sebelum itu bakal ada rangkaian tur untuk Perayaan Patah Hati – Babak 2 dulu, baru nanti big bang-nya di konser 20 tahun for Revenge," ucap Boniex di kantor Sony Music Indonesia di CIBIS Park, Jakarta Selatan pada Rabu, 28 Januari 2026.
 
Ia menjelaskan, konser tersebut nantinya akan menjadi titik temu dua fase penting dalam perjalanan bermusik for Revenge, yakni Perayaan Patah Hati – Babak 1 dan Babak 2, yang dirangkum dalam satu panggung perayaan.
 
"Tajuknya sih pasti Perayaan Patah Hati Babak 2. Konser 20 tahun ini rencana bakal jadi rangkuman Babak 1 dan Babak 2 yang bakal kita satuin di situ," lanjutnya.
 
Tak hanya soal konsep, lokasi konser juga menjadi perhatian serius bagi for Revenge. Bandung, kota tempat band ini lahir dan tumbuh sejak pertama kali terbentuk pada 2006, disebut-sebut sebagai pilihan utama untuk konser dua dekade tersebut.
 
"Pengennya di Bandung sih. Gantian, karena kemarin kan udah konser tunggal di Jakarta dan kita sih pengen banget big bang-nya di Bandung sih ya harusnya," ungkapnya.
 
Dengan nada santai, Boniex juga menyinggung alasan personal di balik pilihan tersebut.
 
"Kenapa alasannya di Bandung? Karena ada lagu 'Bandung Hari Ini'. Di album kemarin man belum ada tuh, makanya kita bikin konser di Jakarta karena ada lagu 'Jakarta Hari Ini," tutur Boniex sambil tertawa.
 
"Sebetulnya karena kita belum pernah juga sih menggelar konser tunggal di Bandung. Kayak masa sih gua 20 tahun tinggal Di Bandung tapi nggak pernah bikin konser di sana," sambungnya.

Kemungkinan Comeback Cimot di Konser Dua Dekade for Revenge

Di balik rencana besar tersebut, perhatian juga tertuju pada kemungkinan kembalinya sang drummer, Cimot, yang saat ini masih menjalani pemulihan cedera pada bagian kakinya. 
 
Soal peluang Cimot comeback tampil di konser dua dekade for Revenge, Boniex memilih untuk menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada sang drummer
 
"Kalo gue sih serahin ke Cimot aja," ujar Boniex.
 
Sementara itu, basis for Revenge, Izha Muhammad, menegaskan bahwa kondisi kesehatan Cimot tetap menjadi prioritas utama band.
 
"Kita nggak ngasih waktu atau set target sih, karena berhubung Cimot saat ini cederanya benar-benar yang harus pulih dan masih dalam tahap pemulihan atau recovery secara full," ungkap sang basis, Izha Muhammad.
 
"Jadi ya, nggak bisa dipaksain. Tunggu sembuh dan tetap proses (recovery-nya) dijalanin," lanjut Izha.
 
Selama Cimot menepi dari posisi drummer, for Revenge melakukan sejumlah penyesuaian dengan melibatkan additional player. Boniex menyebut, posisi drum sempat diisi oleh Putra dari Burgerkill, hingga kini dibantu oleh salah satu crew Cimot yang sudah cukup familiar dengan materi for Revenge.
 
"Penyesuaian sih pasti, beberapa kali itu kita seringnya sama crew-nya Cimot dan pernah juga bareng Putra dari Burger Kill," ungkap Boniex.
 
Meski secara teknis band dapat beradaptasi dengan cepat, Boniex mengakui ada rasa yang berbeda ketika Cimot belum sepenuhnya kembali.
 
"Kalau untuk penyesuaian kita sih cepet lah. Cuma kita ngerasanya kayak ada something missing aja gitu atau lebih tepatnya seperti nyawanya ada yang hilang sih dari for Revenge," tutupnya.
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan