Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 17 Mei 2026, pelantun hits "Celengan Rindu" ini memperlihatkan suasana di dalam tenda green room tempatnya bersiap sebelum naik panggung, sembari merinci apa saja yang ia dan timnya butuhkan.
Dalam video tersebut, Fiersa menunjukkan bahwa fasilitas hospitality yang ia minta sebenarnya tergolong sangat sederhana dan tidak muluk-muluk. Ia hanya meminta disediakan beberapa camilan ringan dan buah-buahan segar untuk menjaga stamina tim sebelum tampil.
Menariknya, meskipun pihak manajemen mencantumkan jenis atau merek camilan tertentu dalam dokumen riders, Fiersa menjamin pihaknya tidak akan pernah mempermasalahkan jika panitia tidak bisa menyediakannya secara persis.
“Bisa dilihat di sini, harus ada snack ya. Kami juga biasanya minta harus ada buah-buahan. Kalau enggak ada, kami juga tidak akan marah-marah,” ungkap Fiersa dengan santai.
Selain fleksibel soal camilan, Fiersa juga mengaku tidak pernah merepotkan pihak penyelenggara untuk urusan makanan berat. Alih-alih meminta disediakan katering khusus yang merepotkan panitia, manajemen Fiersa hanya meminta uang konsumsi agar seluruh kru dan personel mereka bisa beli mandiri sesuai selera masing-masing.
"Ada hospitality riders-nya yang harus makanan ini makanan itu (singgung riders musisi lain), kalau kita minta uang makan aja, biar pada beli sendiri, karena udah gede," canda Fiersa kepada manajer dan kru-nya.
Di balik kesederhanaan tersebut, Fiersa Besari menerapkan aturan kedisiplinan yang sangat ketat bagi internal bandnya. Ia melarang keras masuknya hal-hal tertentu ke dalam daftar fasilitas yang ditanggung oleh pihak penyelenggara acara demi menjaga profesionalisme dan nama baik bersama.
Pertama, manajemen melarang keras adanya permintaan minuman beralkohol dan rokok di dalam riders.
"Kita sangat melarang keras teman-teman di band request, pertama meminta alkohol, kedua meminta rokok. Kalau ada yang minum atau rokok, beli sendiri aja, udah gede," ungkap Fiersa.
Kedua, Fiersa juga mengharamkan adanya permintaan penyedia jasa perempuan pemandu atau penghibur. Ketiga, ia menegaskan garis merah yang tidak boleh dilanggar sama sekali oleh seluruh timnya, yaitu penyalahgunaan narkotika.
"Nggak boleh minta yang bukan pasangannya atau muhrimnya untuk begini begitu. Ada baiknya kita tetap menjaga marwah dan nama baik bersama. Di band kita juga nggak boleh ada narkoba," tegas sang musisi.
Fiersa menjamin bahwa seluruh urusan teknis panggung (technical riders) maupun kenyamanan (hospitality riders) timnya selalu berada dalam koridor batas minimum yang wajar, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bahkan, ia menantang para promotor atau EO yang ingin bekerja sama dengannya untuk meminta testimoni jujur kepada pihak yang telah pengalaman mengundang Fiersa Besari bersama band pengiringnya
"Pernyataan saya bisa di cross check kepada para panitia EO yang pernah mengundang kami manggung. 'Apakah kami menyulitkan?' Bisa dicek sendiri," tutup Fiersa Besari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News