Peristiwa tersebut terjadi saat Fiersa bersama rombongan keluarga, termasuk istrinya Aqia, putri mereka Kinasih, dan sang manajer Ubay, tiba di lokasi dan tengah menurunkan koper dari bagasi taksi. Saat itu, sebuah mobil yang dikendarai oleh pria paruh baya menabrak mereka dari belakang.
Fiersa diketahui sedang menggendong putrinya yang tertidur ketika kejadian berlangsung. Aqia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Beruntung, hasil pemeriksaan memastikan Aqia tidak mengalami patah maupun retak tulang.
Meski sempat berniat membawa kasus tersebut ke jalur hukum, Fiersa akhirnya mengurungkan niatnya atas permintaan sang istri. Keputusan itu juga didukung pertimbangan dari manajernya.

(Foto: Tangkapan layar Instagram Story akun Instagram @fiersabesari)
"Saya sendiri awalnya ingin memperpanjang urusan, tapi Aqia tidak mau. Ubay juga memberi pertimbangan logis," tulis Fiersa Besari melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, pada Minggu malam, 4 Januari 2026.
Salah satu alasan utama pencabutan laporan tersebut adalah kondisi ekonomi sang pengendara yang dinilai bukan berasal dari kalangan berada. Namun, Fiersa mengaku sempat geram dengan sikap sang pengendara yang dianggap menyepelekan kejadian tersebut dengan langsung menawarkan uang damai senilai Rp200 ribu.
"Mohon maaf, tapi kita sama-sama tahu, solusi yang biasanya dihadirkan orang berada, tidak seperti itu. Belum diminta ganti biaya rumah sakit, sudah menawarkan Rp 200 ribu (dan katanya memang cuma punya uang segitu). Mobil juga katanya pinjam, dan bisa terlihat dari kondisi mobilnya tidak terawat," lanjutnya.
Pelantun hits "Celengan Rindu" itu juga menilai bahwa melanjutkan proses hukum justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Ia khawatir langkah tersebut tidak memberikan efek jera, melainkan memicu dendam dari pihak pelaku.
"Bukan memberikan efek jera, melainkan memberi efek dendam. Dan tetap saja, Aqia sebagai korban juga belum tentu akan mendapatkan ganti rugi secara materi," ujar Fiersa Besari.
Menurutnya, sanksi tilang dari aparat kepolisian sudah cukup sebagai bentuk penegakan hukum. Meski begitu, Fiersa menegaskan bahwa pencabutan laporan bukan berarti ia serta keluarganya memaafkan kejadian tersebut.
"Pencabutan laporan, bukan berarti memaafkan karena perihal keikhlasan, bukan paksaan," tegasnya.
Kini, Fiersa memilih fokus pada pemulihan kondisi sang istri. Ia juga menyampaikan pesan refleksi yang ditujukan bagi keluarga maupun masyarakat luas untuk dapat memantau keluarga lansia yang masih harus berkendara di jalan.
"Kesimpulan yang bisa bisa diambil, dan ini termasuk untuk orang-orang di keluarga kami juga. Ada baiknya lansia di keluarga kita dimonitor, apakah masih kondusif untuk berkendara atau tidak," tutup Fiersa Besari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News