Liza Marielly Djaprie, psikolog praktisi hipnoterapis di Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Liza Marielly Djaprie, psikolog praktisi hipnoterapis di Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Kata Psikolog soal Fenomena Musisi Bunuh Diri

Hiburan Sulli Bunuh Diri
Cecylia Rura • 20 Oktober 2019 13:13
Jakarta: Bulan Oktober seperti mengangkat tema besar tentang kondisi kesehatan jiwa. Eks personel f(x), Sulli ditemukan tewas di apartemen milimknya, Senin, 14 Oktober 2019. Dia ditemukan meninggal akibat gagal jantung setelah berupaya bunuh diri.
 
Kematian Sulli menambah daftar panjang artis bunuh diri, setelah sebelumnya Jonghyun SHINEE ditemukan tewas bunuh diri di apartemen miliknya pada 18 Desember 2017. Melihat fenomena ini, Liza Marielly Djaprie, psikolog praktisi hipnoterapis menilai profesi musisi bunuh diri ramai diangkat karena mereka memiliki ketenaran.
 
"Enggak musisi aja, cuma terlihat lebih banyak karena terekam, tercatat, dan orang tenar. Jadi kelihatan. Fenomena bunuh diri bisa terjadi sama siapa aja," kata Liza di Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Liza melanjutkan, untuk keputusan untuk bunuh diri di kalangan artis kerap terjadi karena mereka memiliki peran sebagai seorang entertain atau penghibur. Tidak mudah bagi mereka untuk selalu memasang wajah lain di luar keseharian mereka sebagai masyarakat biasa.
 
"Kenapa musisi lebih rentan? Biasa musisi, pelawak, atau artis karena mereka harus menampilkan bentuk yang berbeda, harus selalu pakai topeng," kata Liza.
 
"Apalagi kalau pelawak mereka harus ketawa mulu, kayaknya senang melulu," lanjutnya Liza.
 
Memendam demi menjalani profesi keartisan membuat para artis, terutama pelawak tertekan. Mereka seperti tak memiliki ruang terbuka untuk menjadi diri sendiri. Sorot kamera yang bahkan mengupas keseharian tak jarang membuat mereka ikut tertekan.
 
"Itu banyak yang ter-repressed (tertekan) di dalamnya mengakibatkan akhirnya tidak terolah dengan baik kemudian bisa meledak," jelas Liza.
 
Kendati dijelaskan musisi atau seniman rentan terhadap aksi bunuh diri, Liza memaparkan bukan berarti mereka adalah golongan terbanyak yang mengakhiri hidupnya sendiri. Sebab, keinginan bunuh diri justru banyak terjadi di kalangan menengah ke bawah bahkan semua orang.
 
"Menurut saya kebetulan saja. Padahal sebenarnya itu bisa rentan sama siapa aja. Kalau kita ambil penelitian yang benar, itu yang paling teratas bukan musisi, justru mereka-mereka yang menengah ke bawah," kata Liza.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif