Hal tersebut diungkap lewat Instastory akun pribadinya @jamesblake beberapa waktu lalu. Blake mengkritik berbagai tolok ukur yang digunakan label rekaman untuk menilai popularitas seorang musisi sudah tidak lagi mencerminkan kondisi sebenarnya.
“Tidak bisa percaya ulasan karena blog/majalah sudah tidak menghasilkan uang lagi, sehingga jurnalis kini dibayar oleh label rekaman. Tidak bisa percaya kolom komentar karena dipenuhi akun-akun penggemar palsu yang menulis ‘omg suaranya’ untuk ikut-ikutan tren,” kritiknya.
Tak hanya menyoroti berita dan media sosial, penyanyi sekaligus produser itu juga mempertanyakan kredibilitas angka penayangan di YouTube maupun jumlah streaming di platform musik digital.
Menurut Blake, praktik manipulasi tersebut membuat publik semakin sulit mengetahui apakah sebuah karya benar-benar mendapat respons organik.
“Angka-angka YouTube tidak bisa dipercaya karena label rekaman membelinya. Angka streaming juga tidak bisa dipercaya karena label rekaman membayar bot farm untuk meningkatkan jumlah penemuan lagu. Bahkan, kita tidak bisa yakin bahwa sebuah lagu benar-benar dibuat oleh manusia,” tulis Blake.
Di akhir unggahannya, Blake memberi semangat kepada para musisi agar tidak terjebak membandingkan pencapaian mereka dengan berbagai metrik di platform digital.
Ia meyakini banyak artis sebenarnya memiliki capaian yang lebih baik daripada yang terlihat di permukaan.
“Jika kamu seorang artis, ingatlah bahwa pada tahun 2026 tidak ada satu pun bagian dari sistem ini yang tidak dipalsukan. Kamu mungkin sebenarnya lebih sukses daripada yang kamu kira,” pungkasnya.
Pelantun "Retrograde" itu memang telah beberapa kali menyuarakan kritik terhadap praktik di industri musik. Setelah meninggalkan Polydor, label yang berada di bawah naungan Universal Music, Blake sempat mengatakan kepada Variety bahwa ia menemukan berbagai praktik bisnis yang dianggap tidak etis.
Baca Juga :
Bernilai Triliunan Rupiah, Katalog Lagu Hit Taylor Swift hingga Ariana Grande Resmi Diakuisisi
Ia menilai sistem tersebut lebih banyak menguntungkan perusahaan dibandingkan para musisi yang menciptakan karya.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda