Penjualan tiket yang digagas oleh promotor lokal Say Agency menunjukkan tingginya antusiasme publik. Tiket kategori termahal dilaporkan habis dalam hitungan jam, disulut oleh kelangkaan konser musisi mancanegara pasca sanksi internasional terhadap Rusia.
Kabar mengenai konser Ye di Rusia sebenarnya telah berhembus sejak 2024, yakni saat ia berkunjung ke Moskow untuk menghadiri perayaan ulang tahun desainer busana sekaligus kolaborator lamanya, Gosha Rubchinskiy.
Kedatangan Ye kali ini merupakan bagian dari rangkaian tur globalnya setelah sebelumnya ia menggelar konser di Istanbul (Turki), Tbilisi (Georgia), dan Almaty (Kazakhstan).
Politisi Rusia Perintahkan Penyelidikan Terhadap Kanye
Meski demikian, rencana konser ini terancam batal akibat rekam jejak pernyataan Ye yang kontroversial. Anggota parlemen Rusia, Nikolay Novichkov, mendesak otoritas terkait untuk menyelidiki riwayat pernyataan sang rapper yang pernah memuji sosok pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler.
Kepada media lokal, Novichkov menegaskan bahwa pertunjukan tersebut harus dibatalkan, kecuali jika Ye secara terbuka menyatakan dukungan moral terhadap Rusia dan operasi militer yang sedang berlangsung.
Ye memang berulang kali memicu kemarahan publik akibat retorika anti semit dan penggunaan simbol-simbol fasisme. Selain mempromosikan pakaian berlogo swastika, ia juga merilis lagu berjudul Heil Hitler.
Meskipun Ye sempat menerbitkan pernyataan maaf melalui iklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal sambil mengklarifikasi perjuangannya mengatasi masalah kesehatan mental. Gelombang kritik tidak serta-merta mereda.
Sebelum muncul rencana konser di St. Petersburg, penolakan serupa telah berujung pada pendorongan larangan melintas serta pembatalan jadwal pertunjukannya di sejumlah negara Eropa, seperti Inggris, Prancis, dan Italia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda