Demi mendapatkan cerita yang dianggap layak sebagai akhir perjalanan waralaba, aktor tersebut bahkan melalui empat pergantian tim penulis selama empat tahun pengembangan.
Ketika berbincang dengan Variety dalam acara pemutaran khusus 25 tahun The Fast and the Furious pada Senin (17/8) malam waktu setempat, Diesel mengaku proses tersebut akhirnya membuahkan naskah yang membuatnya terharu.
“Saya harus melalui empat tim penulis dan empat tahun pengembangan untuk mendapatkan sesuatu yang menurut saya pantas menjadi akhir cerita. Ketika membaca naskahnya beberapa minggu lalu, saya menangis,” tutur Diesel.
Pemeran Dominic Toretto itu kemudian menceritakan kembali pengalamannya saat membaca naskah terbaru Fast Forever. Menurutnya, emosinya mulai tersentuh bahkan ketika baru membaca separuh cerita.
Baca Juga :
Vin Diesel Pastikan Fast Forever Jadi Sekuel Terakhir Fast & Furious, Ini Jadwal Tayangnya
“Saya ingin mengatakan sesuatu yang pribadi. Setelah melalui empat penulis berbeda dan empat tahun pengembangan, saya membaca naskahnya dan baru setengah jalan sudah ada satu air mata. Saat sampai di akhir naskah yang kami susun dan kerjakan dengan sangat keras selama empat tahun agar hasilnya tepat untuk kalian, saya menangis,” kata Diesel.
Diesel mengaku tidak mampu menahan air matanya setelah menyelesaikan naskah tersebut. Ia bahkan sempat mendapat teguran bercanda dari saudara perempuannya karena terlalu larut dalam emosinya.
“Saya tidak bisa menahannya dan harus menceritakannya kepada semua orang. Saudara perempuan saya bahkan berkata, ‘Jangan menangis lagi, Bro.’ Jadi, saya hanya ingin mengatakan bahwa terkadang, pria paling tangguh di dunia pun perlu menangis,” lanjutnya.
Fast Forever Mulai Syuting Desember
Setelah melalui proses pengembangan yang cukup panjang, Fast Forever kini bersiap memasuki tahap produksi. Diesel mengonfirmasi bahwa proses syuting film tersebut dijadwalkan dimulai pada Desember mendatang.“Kami mulai syuting pada Desember, jika saya bisa memenuhi permintaan dari pihak studio,” ujar Diesel.
Fast Forever akan menjadi film utama ke-11 sekaligus penutup dari rangkaian Fast & Furious. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 17 Maret 2028.
Waralaba Fast & Furious merupakan waralaba terpanjang milik Universal sekaligus salah satu yang paling menguntungkan. Hingga kini, seluruh filmnya telah meraup pendapatan gabungan sekitar USD7,3 miliar atau sekitar Rp116 triliun secara global.
Meski Diesel sudah merasa yakin dengan naskah terbaru Fast Forever, sutradara Louis Leterrier mengaku belum membacanya. Ia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Polygon.
“Saya ingin mengatakan yang sebenarnya secara lengkap, tetapi saya tidak bisa. Akan ada sebuah akhir dan itu sangat bagus. Saya sangat beruntung bisa menjadi bagian dari waralaba ini, dan saya menyayangi Vin serta Universal. Mereka sangat menyenangkan untuk diajak bekerja sama. Jadi, kita lihat saja, semoga semuanya berjalan sesuai harapan,” ujar Leterrier.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda