Dalam wawancara terbaru bersama Metal Hammer yang dipublikasikan pada 16 Oktober 2026, Matt menceritakan bahwa dirinya sempat mencapai titik jenuh akibat persoalan internal band. Situasi tersebut membuatnya mempertimbangkan untuk mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Trivium.
“Chemistry di antara kami mulai sedikit berantakan. Ini bukan karena satu orang, bukan juga karena saya, melainkan gabungan dari berbagai hal. Semuanya tidak berjalan semestinya," ungkap Matt Heafy.
"Terjadi ledakan diam-diam. Saat itu saya sedang merekam gitar, lalu saya berdiri dan pergi. Saya menelepon istri saya, Ashley, dan bilang, 'Saya sudah muak dengan band sialan ini. Saya sudah tidak sanggup lagi menghadapi semua ini. Sudah 26 atau 27 tahun saya mengalami hal yang sama terus-menerus,'” lanjutnya.
Peran Istri dalam Keputusan Matt Heafy
Matt mengaku sempat benar-benar ingin meninggalkan Trivium setelah mengalami tekanan selama bertahun-tahun. Ia bahkan memilih pulang dari studio latihan dan mematikan ponselnya karena merasa tidak sanggup lagi menghadapi situasi yang terjadi di dalam band.
“Saat itu saya berada di Hangar, sebuah hanggar yang kini digunakan Trivium sebagai tempat latihan dan menulis lagu. Saya langsung menyetir pulang, sampai di rumah, lalu mematikan ponsel. Saya berpikir, 'Saya tidak akan kembali ke sana,'" kenang Matt.
Namun, keputusan tersebut akhirnya berubah setelah sang istri, Ashley, mengajaknya untuk mempertimbangkan kembali langkah yang hendak diambil. Menurut Matt, Ashley memintanya untuk tidak mengambil keputusan besar ketika sedang berada dalam kondisi emosional dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang terjadi.
“Kemudian Ashley membiarkan semuanya mereda terlebih dahulu. Setelah itu, dia berkata, 'Kamu tidak akan keluar dari band ini. Kamu tidak bisa begitu saja meninggalkan band ini. Kamu adalah bagian dari Trivium. Kamu harus mencari jalan keluarnya. Kembalilah ke studio,'” tuturnya.
Dukungan sang istri membuat Matt kembali mempertimbangkan masa depannya bersama Trivium. Meski sempat berada di ambang perpisahan, ia akhirnya memilih bertahan dan melanjutkan perjalanan bersama band tersebut.
Trivium Tetap Solid setelah Pergantian Drummer
Di tengah persoalan internal yang dialami Trivium, perubahan personel juga terjadi setelah drummer Alex Bent memutuskan hengkang. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Alex Rüdinger.
Matt memilih melihat pergantian personel tersebut dari sudut pandang positif. Ia bahkan menilai penampilan langsung Trivium kini terasa lebih solid dibandingkan sebelumnya setelah melakukan sejumlah perubahan dalam tubuh band.
“Terkadang, ketika terjadi perubahan—misalnya pasangan menikah favorit kalian bercerai, kalian putus dengan pacar, dipecat dari pekerjaan, atau memecat seseorang dari perusahaan—ada kalanya hal-hal seperti itu memang harus terjadi demi kelangsungan 'keseluruhan'. Kalau tidak, semuanya justru bisa berakhir," ujar Matt.
“Trivium mungkin sudah tidak ada lagi. Band ini bisa saja berakhir. Kami melakukan perubahan yang diperlukan, dan sekarang penampilan kami di panggung terasa lebih solid daripada sebelumnya," tutupnya.
Meski sempat menghadapi masa sulit dan nyaris kehilangan salah satu personel utamanya, Trivium kini tetap melanjutkan perjalanan mereka. Band heavy metal asal Amerika Serikat tersebut juga tengah bersiap menyambut perilisan album terbaru bertajuk Crown In The Grave, yang dijadwalkan meluncur pada 20 November 2026.