Penyanyi Yura Yunita--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.
Penyanyi Yura Yunita--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Yura Yunita Terharu saat Tampil di Hadapan Difabel

Hiburan musik indonesia yura yunita
Dhaifurrakhman Abas • 03 Desember 2019 11:26
Jakarta: Penyanyi Yura Yunita pernah menggelar konser yang dihadiri 50 orang penyandang difabel. Hal itu menjadi sebuah pengalaman emosional buat dirinya.
 
"Ketika aku sudah selesai tampil, semua berdiri, beberapa nangis dan memberikan aku tepuk tangan lewat bahasa isyarat," kata Yura saat ditemui di bilangan M Bloc Space, Jakarta, Senin 2 Desember 2019.
 
Saat itu Yura tampil membawakan lagu-lagunya sambil dinyanyikan dengan bahasa isyarat. Dia tampil ditemani seorang praktisi Galuh Sukmara. Penampilan Yura mendapat apresiasi yang meriah dari penonton.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu ditunjukkan dengan ekspresi teman-teman yang, enggak bisa diukir kata-kata," ujar Yura terharu.
 
Yura mengakui, ekspresi teman-teman difabel membuatnya haru dan sekaligus bangga. Bahkan penampilannya saat itu menjadi titik awal dirinya bangkit dan mulai membuat proyek kolaborasi dengan difabel.
 
"Aku sama sekali enggak nyangka kalau dampaknya akan sebesar itu. Dan dari mereka aku bisa tahu ceirta lain, dan aku juga sadar bahwa musik bisa menggerakkan kita ke hal-hal baik dan positif," paparnya.
 
Beberapa proyek kolaborasi yang pernah dilakukan Yura dengan teman difabel yaitu ketika menciptakan rekaman audio Merakit. Yura juga mengajak teman-teman difabel menggubah choir di lagu tersebut menjadi bahasa isyarat.
 
Menurut Yura, video musik Merakit menerjemahkan cerita dan kata-kata menjadi sebuah rangkaian gambar yang memberikan semangat, kekuatan, dan, sebuah pesan mendalam. Dia ingin menyadarkan bahwa manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan.
 
Adapun untuk pembuatan video lirik Merakit, Yura berkolaborasi dengan salah satu praktisi bahasa isyarat, Bunda Galuh. Lebih lanjut Yura berharap Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memberikan edukasi tentang bentuk bahasa isyarat sastra yang diperuntukkan mengisyaratkan sebuah lirik lagu atau puisi.
 
Teranyar, Yura mengajak teman-teman difabel tampil di Java Jazz serta konser tunggalnya. Konser dilakukan dengan memasukan bahasa isyarat ke dalamnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif