Managing Director Spotify, Gustav Back (Foto: Medcom/Rafi)
Managing Director Spotify, Gustav Back (Foto: Medcom/Rafi)

Data Spotify: 60% Pendapatan Royalti Musisi Indonesia Berasal dari Luar Negeri

Rafi Alvirtyantoro • 25 Juni 2026 18:11
Ringkasnya gini..
  • Spotify mengungkap 60 persen royalti musisi Indonesia berasal dari pendengar luar negeri, menandakan karya lokal makin mendunia.
  • Royalti musisi Indonesia di Spotify tumbuh lebih dari 16 persen pada 2025. Dalam tiga tahun terakhir, nilainya meningkat dua kali lipat.
  • Spotify menegaskan royalti dibayarkan ke pemegang hak cipta, sementara besaran yang diterima musisi bergantung pada perjanjian masing-masing.
Jakarta: Data Spotify menunjukkan bahwa 60% royalti musik yang diterima musisi Indonesia berasal dari pendengar luar negeri.
 
Managing Director Spotify, Gustav Back, mengatakan bahwa layanan streaming musik digital tersebut berkomitmen terhadap transparansi royalti musik.
 
"Itulah mengapa kami merilis Loud & Clear, laporan tahunan kami, untuk membuka tabir tentang bagaimana semua ini bekerja," kata Gustav Back di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Juni 2026.

Hak Transparansi bagi Musisi

Menurutnya, transparansi royalti merupakan hak para musisi untuk memahami sistem yang ada di tempat mereka merilis karya.

"Kami melakukan ini karena kami percaya bahwa para musisi berhak memahami sistem tempat mereka bekerja," ucap Gustav.
 
"Karena kami yakin bahwa kemajuan dimulai dari transparansi yang nyata," lanjutnya.

Sistem Pembayaran Royalti Spotify

Gustav menjelaskan bahwa pendapatan Spotify berasal dari iklan dan langganan. Sekitar 70% dari pendapatan yang dikumpulkan Spotify dikembalikan kepada para pemegang hak cipta.
 
"Pada tahun 2025 saja, angka tersebut mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS (Rp197,93 triliun) yang dibayarkan kepada industri musik secara global—pembayaran satu tahun terbesar dari ritel musik mana pun dalam sejarah," jelas Gustav.
 
Ia menambahkan, "Total yang telah dibayarkan Spotify mencapai hampir 70 miliar dolar AS (Rp1,25 kuadriliun)."
 
Gustav menegaskan bahwa Spotify tidak membayar musisi secara langsung. Pihaknya membayar royalti kepada pemegang hak cipta, seperti label, distributor, dan penerbit.
 
"Jumlah yang diterima setiap musisi tergantung pada kesepakatan mereka dengan pihak-masing-masing," tegasnya.

Pertumbuhan Pasar Musik Indonesia

Pada kesempatan itu, Gustav menyampaikan bahwa pertumbuhan royalti di Indonesia sangat signifikan.
 
"Royalti yang dihasilkan oleh musisi Indonesia di Spotify tumbuh lebih dari 16% pada tahun lalu saja. Selama tiga tahun terakhir, angkanya bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat," ujarnya.
 
Namun, hal yang menarik adalah 60% dari seluruh royalti yang dihasilkan oleh musisi Indonesia di Spotify pada tahun 2025 berasal dari pendengar di luar negeri.
 
Gustav pun mengambil contoh Reality Club, band indie rock dan alternative rock asal Jakarta yang dibentuk pada April 2016.
 
"Reality Club, misalnya, telah membangun basis penggemar yang kuat di pasar-pasar seperti Amerika Serikat, Chili, Meksiko, dan Filipina," ungkapnya.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA