Rhoma Irama (Foto: Antara Foto/Zarqoni Maksum)
Rhoma Irama (Foto: Antara Foto/Zarqoni Maksum)

Wacana Dangdut Diajukan ke UNESCO, Rhoma Irama Bersabda

Agustinus Shindu Alpito • 31 Maret 2021 15:24
Jakarta: Pada 30 Maret 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, mengunggah potongan diskusi bersama Persatuan Artis Melayu Indonesia, dalam konteks mendukung dangdut untuk ditetapkan menjadi warisan budaya takbenda UNESCO.
 
Dalam potongan video yang diunggah Sandiaga ke Instagram TV, tampak Raja Dangdut Rhoma Irama berpendapat terkait musik dangdut.
 
"Dangdut sebanarnya cikal bakalnya dari Delhi, orkes melayu itu banyak influence dari India. Nah, dari sana kemudian saya melakukan revolusi. Nah oleh karena itu saya bisa bertanggungjawab. Saya siap memberikan argumen bahwa dangdut is Indonesia. Karena saya merasa betul saya merevolusi orkes melayu ini menjadi dangdut, sehingga menjadi genre yang baru," kata Rhoma penuh keyakinan.

Adapun Sandiaga Uno dalam kesempatan itu memberikan pemaparan terkait syarat-syarat untuk bisa mendaftarkan warisan budaya ke UNESCO. 
 
"Syaratnya, merupakan identitas budaya dari satu atau lebih komunitas budaya, pengusulan oleh komunitas, memiliki satu maestro yang masih aktif. Nah, (syarat) ini yang mungkin waktu itu belum terlewati, (yaitu) sudah diwariskan oleh satu generasi atau minimal (seni/budaya yang berusia) 50 tahun," terang Sandiaga.
 
Indonesia secara aktif mendaftarkan sejumlah kekayaan budaya ke UNESCO. Saat ini, warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui UNESCO (sejak 2008) adalah keris, wayang, batik, angklung, noken Papua, tiga tari tradisional Bali, seni pembuatan perahu di Sulawesi Selatan, pencak silat, dan pantun.
 
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh para komunitas dangdut untuk menggelorakan genre ini ke dunia internasional. Beberapa waktu lalu, Konsulat Jenderal RI di New York bersama pedangdut Fitri Carlina, didukung oleh Raja Dangdut Rhoma irama, komunitas Dangdut in America, dan We People of Culture, merilis wadah komunikasi bernama forum Indonesia Dangdut Coffee House (IDCH). Pada Mei 2021, forum dangdut ini akan membuat cafe berkonsep dangdut di New York.
 
Pedagog musik Prof. Tjut Nyak Deviana, dalam wawancara program pengarsipan sejarah musik Shindu's Scoop, sempat mengatakan bahwa dangdut dan keroncong adalah dua genre yang paling memungkinkan bagi Indonesia untuk menembus etalase pasar musik global, jika dilihat dari karakteristik dan kecirian yang kita miliki.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan