Tuantigabelas (Foto: Medcom.id)
Tuantigabelas (Foto: Medcom.id)

Tuantigabelas: Hip-Hop di Tengah Perjuangan Kelas Pekerja

Agustinus Shindu Alpito • 30 Januari 2026 15:43
Ringkasnya gini..
  • Tuantigabelas justru melontarkan kritik tajam terhadap sistem sosial yang membuat kerja keras tak lagi menjamin kesejahteraan.
  • Bagi Tuantigabelas, hip-hop sejak awal adalah medium perlawanan. Ia menilai genre ini diterima luas karena kemampuannya mewakili suara marjinal.
  • Alih-alih menyederhanakan isu, ia memilih membingkainya secara universal agar tetap relevan lintas generasi.
Jakarta: Di tengah hip-hop yang kian sarat narasi kemewahan, Tuantigabelas justru melontarkan kritik tajam terhadap sistem sosial yang membuat kerja keras tak lagi menjamin kesejahteraan.
 
Dalam perbincangannya dalam siniar Shindu's Scoop, ia menegaskan bahwa kemiskinan yang ia saksikan bukan persoalan individu, melainkan struktural.
 
“Gue lagi hidup di tengah-tengah masyarakat yang percaya bahwa kemiskinan tuh struktural. Gue ada di tengah-tengah orang yang bangunnya jam 4 pagi, kerja sampai jam 12 malam, tetap miskin," tukas Tuantigabelas.
 
Narasi pamer harta dalam hip-hop, menurutnya, menjadi semakin tidak relevan ketika berhadapan dengan realitas tersebut. Ia mempertanyakan kejujuran artistik musisi yang mengklaim keberhasilan material, namun tidak hidup dalam kondisi itu.

“Jadi gimana caranya lo bisa bilang lo punya A, B, C? Enggak. Gue lihat langsung, dan itu yang paling bikin gue marah sekarang.”
 
Bagi Tuantigabelas, hip-hop sejak awal adalah medium perlawanan. Ia menilai genre ini diterima luas karena kemampuannya mewakili suara kelompok marjinal, sebuah fungsi yang menurutnya tidak boleh hilang hanya demi mengikuti selera pasar.
 
“Hip-hop itu gampang diterima di semua belahan bumi karena mewakili perasaan masyarakat marjinal.”
 
Kemarahan sosial itulah yang kini menjadi “bensin” kreatifnya. Alih-alih menyederhanakan isu, ia memilih membingkainya secara universal agar tetap relevan lintas generasi.
 
“Gue capek ngeliat sistem masih seperti ini. Dan gue cuma punya musik buat nyampeinnya.”
 
Simak wawancara eksklusif Tuantigabelas dalam program pengarsipan Shindu's Scoop di bawah ini:
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan