Kibordis Faith No More, Roddy Bottum (Foto: Instagram @faithnomore)
Kibordis Faith No More, Roddy Bottum (Foto: Instagram @faithnomore)

Iseng Beli Saham Apple Waktu Masih Murah, Kibordis Faith No More Kini Kantongi Rp118 Miliar

Basuki Rachmat • 13 Januari 2026 15:45
Jakarta: Kibordis Faith No More, Roddy Bottum, baru-baru ini membagikan kisah menarik dalam buku memoarnya bertajuk The Royal We yang baru dirilis pada November 2025 lalu. Di balik perjalanan 46 tahunnya bersama band alternative metal asal California tersebut, Bottum rupanya pernah nekat menginvestasikan seluruh bayaran tur pertamanya ke saham Apple.
 
Keputusan iseng dan nekat Bottum ini ia ceritakan kembali saat dirinya menjadi bintang tamu di program siniar The Hustle: Music & Money. 
 
Dalam siniar tersebut, Bottum mengatakan bahwa di periode awal 1990-an ia pernah menginvestasikan uang senilai USD12 ribu (senilai Rp202 juta) dari hasil pembagian profit tur pertamanya bersama Faith No More setelah menjalankan tur selama satu setengah tahun yang dibagikan oleh pihak manajemen band mereka saat itu.

Jumlah tersebut merupakan nominal terbesar yang pernah Bottum pegang pada saat itu. Tak pernah ia sangka, keputusan “iseng” tersebut kini justru berbuah manis. Investasi saham Apple yang ia beli puluhan tahun lalu kini disebut bernilai lebih dari USD7 juta (Rp118 miliar).
 
“Aku menerima cek USD12 ribu setelah tur panjang itu. Jumlah yang waktu itu terasa luar biasa besar buatku,” ujar Bottum yang dikutip dari Metal Injection pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kibordis yang juga dikenal lewat band Imperial Teen itu turut menceritakan reaksi sang ayah saat mengetahui anaknya bisa menghasilkan uang sebanyak itu dari bermusik.
 
“Ayahku bangga banget. Dia sampai enggak percaya," lanjutnya.
 
Menariknya, ketertarikan Bottum pada dunia saham sama sekali tidak berangkat dari ambisi finansial. Di akhir periode 1980-an hingga awal 1990-an, ia justru tenggelam dalam kultur underground San Francisco, lingkungan di mana berbicara soal Wall Street atau pasar saham dianggap sesuatu yang "kurang keren".
 
“Buat kami waktu itu, percaya atau nggak, mantengin pasar saham terlihat sangat tidak keren dan sangat konyol," kata Bottum.
 
Kibordis berusia 62 tahun itu pun akhirnya kembali bernostalgia. Ia mengungkap bahwa perkenalannya dengan dunia investasi justru datang dari pacar pertamanya. Sosok perempuan yang ia gambarkan sebagai pribadi yang cerdas dan berpengaruh besar dalam hidupnya.
 
“Dia yang menunjukkan aku seluk-beluk dan mengajariku membaca pasar saham. Itu hal yang menarik sekaligus provokatif,” tutur Bottum.
 
Pada masa itu, kebutuhan hidup Bottum pun bisa dibilang sederhana dan tergolong minim. Ia tinggal di apartemen studio di San Francisco tanpa membayar sewa, masih bekerja sebagai kurir sepeda, dan tengah bersiap kembali menjalani tur bersama Faith No More.
 
Tak tahu harus berbuat apa dengan uang tersebut, sang pacar akhirnya mendorong Bottum untuk berani mengambil risiko: membeli saham Apple, yang saat itu berada di titik terendah, jauh sebelum era kejayaan iPhone dan kembalinya Steve Jobs.
 
Keputusan itu terbukti menjadi salah satu momen paling menentukan dalam hidup Bottum. Ia membeli saham tersebut dan membiarkannya tersimpan selama puluhan tahun tanpa disentuh.
 
Dalam buku The Royal We, Bottum bahkan mengaku sempat ragu apakah kisah ini layak dimasukkan ke dalam memoarnya tersebut. Ia bahkan sempat meminta pendapat dari rekan-rekannya, penerbit buku, hingga pasangannya karena tak ingin dianggap sedang menyombongkan diri dengan kisahnya menjadi miliarder tersebut.
 
“Aku enggak sedang pamer. Jujur aja, rasanya kayak menang lotre. Ini benar-benar hal paling gila," ungkapnya.
 
Meski kini dikenal sebagai musisi dengan kondisi finansial yang sangat mapan, Bottum menegaskan bahwa uang tidak pernah menjadi alasan utama dalam berkarya. Menurutnya, kebebasan finansial memang memberi rasa aman, tetapi sama sekali tidak mematikan hasrat kreatifnya untuk membuat musik.
 
“Aku mungkin tidak lagi berada di bawah tekanan soal uang, dan itu sebuah kemewahan. Tapi aku tetap bikin musik setiap hari,” katanya.
 
Hingga kini, Roddy Bottum masih aktif di dunia musik. Imperial Teen baru saja merampungkan album terbaru yang tengah memasuki tahap proses mixing. Ia juga menggarap proyek baru bersama Crickets in New York, merencanakan album lanjutan bertajuk Man on Man, serta memutuskan untuk terus produktif merilis karya secara konsisten.
 
“Aku tidak membuat musik demi uang dan aku menulis buku ini juga bukan karena uang. Itu bukan motivasiku," tutup Roddy Bottum.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan