Club Eighties saat di acara Tiba-tiba suddenly pensi road to gudfest--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma
Club Eighties saat di acara Tiba-tiba suddenly pensi road to gudfest--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma

Merasakan Kembali Denyut Pensi Tahun 2000-an

Hiburan Gudfest 2019
K. Yudha Wirakusuma • 28 Agustus 2019 16:00
'Tiba-tiba Suddenly Pensi road to gudfest' malam tadi mengajak kita kembali mengenang masa-sama kejayaan pensi tahun 2000-an. Selain itu ada sejumlah kejutan yang tersaji di malam penuh gelora tersebut.
 

Jakarta: “Ini bukan malam minggu kan? Begitu kira-kira pertanyaanku. Namun, malam tadi ratusan pengunjung memadati Hall P7 Kuningan City, Jakarta Selatan.
 
Yang jelas malam ini bukan di tahun 2000-an saat pensi (pentas seni) tengah dalam masa keemasan. Namun, berbeda bukan berarti tak ada kemiripan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Malam tadi,pemuda-pemudi rela antre mangular di depan pintu masuk Hall P7.Ada berbagai macam kaos band yang dikenakan pengunjung. Mulai dari The Upstairs, The Adams, Goodnight Electric, hingga Club Eighties.
 
Di tahun 2002 hingga 2007 bisa dibilang band-band tersebut merajai panggung pensi. Bernyanyi bersama di pensi seperti ritual lazim di era tersebut. Hal tak berbeda pun tersuguh pada malam tadi.
 
‘Tiba-tiba suddenly pensi road to gudfest’, seperti mengulang kembali memori pengunjung ke era 2000-an. Menghipnotis pengunjung ke era saat band-band melayu yang 'mendominasi layar kaca'.
 
“Ini mukanya di depan tua semua. Oh...mungkin yang muda-muda agak nyelip,” kelakar vokalis The Upstairs, Jimmy Multazam, Selasa, 27 Agustus 2019.
Merasakan Kembali Denyut Pensi Tahun 2000-an
The Up Stairs saat acaraTiba-tiba suddenly pensi road to gudfest--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma
 
Dia pun mengenang masa saat bergerilya sebelum 2000-an. Saat itu The Upstairs manggung di 'lorong gelap'. “Perjalanan dari kampus-kampus, sekolah, gig’s kecil,” tuturnya.
 
Di lagu pamungkas, The Upstairs melantunkan lagu ‘Terekam (Tak Pernah Mati)'. Jimmy menuturkan, klip lagu ini digarap Henry Foundation.“Tepuk tangan untuk Goodnight Electric. Kalau enggak salah, judul lagu ini juga dia yang ngasih ya," ujar Jimmy.
 
Di penghujung lagu, tiba-tiba Buluk Superglad muncul ke atas panggung dan bernyanyi bersama. “2 tahun 4 bulan gue enggak bertemu dan tatap muka sama Jimmy,” kata Buluk usai bernyanyi bersama The Upstairs.
 
Sementara Goodnight Electric yang tampil sebelum The Upstairs menampilkan lagu-lagu 'jagoan' pada masanya (tahun 2000-an). Salah satunya The Supermarket I Am, Goodnight Electric juga mengundang Rebecca Theodora untuk bernyanyi bersama.
 
Henry Foundation, Bondi Goodboy, dan Oomleo Juga membocorkan soal rencana bakal meluncurkan single."Besok (hari ini). Jadi, pantengin terus Instagram dan media sosial kita lah," kata Henry.
Merasakan Kembali Denyut Pensi Tahun 2000-an
Goodnight Electric saat acara 'Tiba-tiba suddenly pensi road to gudfest'--Medcom.id/ K. Yudha Wirakusuma.
 
Dalam single berjudul VCR ini, Goodnight Electric terlihat mencoba mempertahankan karakternya di aliran synthpopserta mengkombinasikan musik electro, pop dan new wave.
 
Sementara The Adams tampil dengan gayanya sendiri. Suara 'gitar tebal' dan melodi khas power pop membawa kita ke zaman film ‘Janji Joni’.Beberapa lagu dimainkan, diantaranya, 'Hanya Kau' dan 'Konservatif' membuat suasana kian hangat.
 
“Banyak wanita lawas nih yang berasa di pensi.Ngomong-ngomong pensi, ya artinya sudah tua. Era-era itu kita bermain di pentas seni di Jakarta Bandung Bogor, Kutai,” ucapGitaris The Adams, Saleh Husein.
Merasakan Kembali Denyut Pensi Tahun 2000-an
The Adams saat acara 'Tiba-tibasuddenly pensi road to gudfest--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma
 
Denyut tahun 2000-an kian lengkap terasa saatClub Eighties naik ke panggung.Band pengusung pop ala 80-an bisa dikatakan legenda pensi. Beberapa lagu pun dibawakan membawa penonton terhanyut.
 
Kejutan datang saat Vincent dan Desta naik ke atas panggung. Penonton pun menyambut dengan histeris. Sebagian mengambil telepon pintarnya untuk mengabadikan momen tersebut.
Merasakan Kembali Denyut Pensi Tahun 2000-an
Club Eighties saat acarasuddenly pensi road to gudfest--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma
 
Dua lagu terakhir yaitu, Cinta dan Luka, Aku Suka Pacarmu dibungkus sehingga suasana kembali menggeliat. “Terakhir 2011 kita bareng,” kata Lembu sang vokalis di penghujung acara.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif