Hikayat Perahu / The Tale of Boat (Foto: instagram)
Hikayat Perahu / The Tale of Boat (Foto: instagram)

Karya Seni Indonesia 'Hikayat Perahu' Bakal Tampil di La Biennale Italia 2026

Elang Riki Yanuar • 21 Mei 2026 16:30
Ringkasnya gini..
  • Hikayat Perahu resmi tampil di La Biennale Venezia 2026 dan membawa seni pertunjukan Indonesia ke panggung dunia.
  • Karya terinspirasi Syair Perahu Hamzah Fansuri ini jadi bukti budaya Indonesia makin diakui secara internasional.
  • Riccardo Mazzoni garap audio Hikayat Perahu dengan sentuhan modern tanpa hilangkan jiwa budaya Nusantara.
Jakarta: Karya seni pertunjukan Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Produksi bertajuk Hikayat Perahu / The Tale of Boat resmi masuk dalam program Performing Arts 2026 di ajang La Biennale di Venezia, Italia pada Juni 2026.
 
Keikutsertaan karya produksi Bumi Purnati tersebut menjadi bukti bahwa seni pertunjukan Indonesia semakin diperhitungkan di level dunia. Menggabungkan unsur teater, musik tradisional, dan narasi spiritual khas Asia Tenggara, pertunjukan ini menghadirkan pengalaman artistik yang kuat dan autentik.
 
Hikayat Perahu / The Tale of Boat disutradarai oleh Sri Qadariatin yang sebelumnya dikenal melalui keterlibatannya dalam produksi internasional legendaris seperti I La Galigo dan Persephone karya Robert Wilson.

Pertunjukan ini terinspirasi dari Syair Perahu karya sastrawan sufi Melayu, Hamzah Fansuri. Kisah tersebut menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mencari makna hidup dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui simbol sebuah perahu yang mengarungi samudera kehidupan.
 
Riccardo Mazzoni selaku Founder MusicYes tersebut dipercaya menangani keseluruhan produksi audio resmi bersama RM Entertainment dan Red Studio. Kepercayaan untuk menggarap audio pertunjukan diberikan langsung oleh Restu Imansari Kusumaningrum yang selama ini dikenal aktif membawa karya seni Indonesia tampil di panggung internasional.
 
Dalam proses produksinya, Riccardo bersama tim Red Studio mengerjakan recording dialog teater, vokal tradisional, instrumen etnik, hingga berbagai unsur perkusi budaya Nusantara. Seluruh materi audio kemudian diproses menggunakan teknologi sound design sinematik dan mastering berstandar internasional.
 
Menurut Riccardo, proyek ini menghadirkan tantangan yang berbeda dibanding produksi musik modern pada umumnya. Ia menilai unsur budaya dalam karya tersebut harus dijaga agar tetap memiliki jiwa dan karakter aslinya.
 
Karya Seni Indonesia Hikayat Perahu Bakal Tampil di La Biennale Italia 2026
 
“Instrumen tradisional dan nyanyian budaya tidak bisa diperlakukan seperti produksi pop biasa. Ada resonansi emosional dan spiritual yang harus tetap hidup. Tugas kami bukan sekadar membuat audio terdengar bagus, tetapi memastikan identitas artistiknya tetap utuh ketika dipresentasikan kepada audiens internasional,” ujar Riccardo Mazzoni.
 
Berbasis di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Red Studio selama ini dikenal aktif mengembangkan karya musik dan budaya dengan pendekatan produksi modern tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.
Tidak hanya dipersiapkan untuk pertunjukan langsung di Venezia, seluruh materi audio juga akan didistribusikan secara global melalui MusicYes Digital Distribution. Sejak 2016, platform tersebut konsisten mendukung distribusi world music dan musik etnik Indonesia ke pasar internasional.
 
Bagi Riccardo, proyek ini memiliki makna lebih besar dibanding sekadar produksi pertunjukan biasa. Ia percaya karya budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung seni dunia.
 
“Indonesia memiliki kekayaan artistik yang luar biasa, dan saya percaya karya-karya seperti ini layak mendapatkan tempat di panggung dunia,” katanya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA