Serdadu Sam (Foto: instagram)
Serdadu Sam (Foto: instagram)

Catatan Emosional Serdadu Sam di Album Kronik, Lagu Tentang Gaza hingga Harry Roesli

Elang Riki Yanuar • 16 Januari 2026 20:44
Jakarta: Setelah merilis sejumlah single, Serdadu Sam meluncurkan album perdana berjudul Kronik. Album ini menghadirkan sejumlah lagu yang memotret kegelisahan batin, refleksi sosial, dan pencarian eksistensi .
 
Dalam Kronik, Serdadu Sam merangkai cerita melalui 13 trek yang bukan hanya sekadar lagu, tapi juga tentang ambisi dan ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, hingga kobaran semangat dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. 
 
"Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial, saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan," kata Kenny, sosok di balik Serdadu Sam.

Materi Kronik telah dirancang sejak 2021. Penulisannya dilandasi oleh pengalaman pribadi, hasil observasi, dan cerita orang-orang terdekat. Semua lagu (kecuali Setengah Tiang) diciptakan dan ditulis oleh Kenny dalam Bahasa Indonesia, dengan pendekatan lirik yang naratif namun tetap puitis. 
"Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap," ujar Kenny.
 
Catatan Emosional Serdadu Sam di Album Kronik, Lagu Tentang Gaza hingga Harry Roesli
 
Sejumlah seperti "Kalibut" bernuansa progresif rock bercerita tentang konflik Gaza dengan durasi lebih dari 12 menit. "Saya tak ingin dibatasi aturan industri soal durasi. Cerita sebuah lagu selesai saat ia selesai, bukan saat timer berhenti," jelasnya.
 
Salah satu titik penting dalam album Kronik adalah reinterpretasi "Setengah Tiang" lagu karya maestro Harry Roesli. Dengan restu keluarga almarhum, lagu ini dihidupkan kembali melalui sentuhan brass dan emosi kontemporer.
 
"Kami tidak ingin meng-cover. Kami ingin berdialog dengan masa lalu," ujar Kenny.
 
Sementara "Agrippina" pernah masuk nominasi AMI Awards 2022 untuk kategori Karya Produksi Progressive Terbaik. Lagu ini menjadi fondasi gaya musik Serdadu Sam yang progresif, melankolis, dan eksperimental.
Album ini juga menghadirkan single unggulan "Dan Akhirnya Selamanya" kolaborasi dengan Bemby Gusti, drummer band Sore. Lagu ini menjadi pesan personal Kenny untuk kedua putrinya, tentang menerima hidup, menghadapi kekecewaan, dan menemukan makna dari kebahagiaan yang disyukuri.
 
Dalam proses kreatifnya, Serdadu Sam melibatkan banyak kolaborator ternama seperti Rama Moektio, Dave Lumenta, Bemby Gusti, Mondo Gascaro, Denny Chasmala, Fajar Adi Nugroho, Indro Hardjodikoro, Andre Dinuth, Adra Karim, Yai Item, Noldy Benyamin, Achi Hardjakusumah, Diki Satya, Vari Rivano (Band Rimba), Aufa Kantadiredja, Ibnu Aliph, Brury Effendi, Wahyu Hidayat, Matahari Macallo, hingga Moscow Metropolitan Session Orchestra. 
 
Produksi sebagian besar dilakukan di Studio 168, diproduseri oleh Serdadu Sam bersama Fay Ismail, dengan mixing oleh Fay dan mastering oleh Dimas Pradipta.
 
"Kolaborasi adalah pola kerja yang saya nikmati karena setiap musisi dapat menyuntikkan nyawa pada lagu-lagu saya," ujarnya.
 
Rencana untuk memperkenalkan Kronik secara langsung kepada para pendengar, yang akan disusul dengan perilisan dalam format fisik dan digital, sudah ada di dalam rencana Serdadu Sam. 
 
"Saya berharap album ini dapat memberikan pengalaman musikal yang berbeda kepada para pendengar yang bersedia memberikan waktu untuk mendengarkan dan mengenal karya ini lebih jauh," tutupnya. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan