Kabar duka ini disampaikan oleh akun Instagram resmi Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) @aksibersatu. Mereka mengenang Ryan sebagai sosok penting dalam perkembangan musik Tanah Air.
”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) turut berduka cita atas berpulangnya Ryan Kyoto @r.kyoto — pencipta lagu dan penyanyi senior yang telah mewarnai perjalanan musik Indonesia, khususnya di era 80-90an,” tulis pernyataan AKSI.
AKSI pun yakin bahwa kontribusi Ryan Kyoto dalam mewarnai musik Indonesia akan terus hidup melalui karya-karyanya. Mereka juga mendoakan musisi tersebut akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan YME.
”Karya, dedikasi, dan jejak beliau akan selalu hidup dalam ingatan dan perjalanan industri musik Tanah Air,” tegas mereka.
Ryan Kyoto dikenal sebagai sosok di balik sejumlah lagu ikonik yang dinyanyikan oleh musisi papan atas Indonesia hingga Malaysia. Salah satu karya terkenalnya adalah “Cinta Jangan Kau Pergi” yang dipopulerkan oleh Sheila Majid sekitar tahun 1997.
Ia turut andil menciptakan lagu yang dibawakan oleh Chrisye, “Sendiri Lagi”, pada tahun 1993. Tak hanya itu, namanya juga tercatat sebagai penulis lagu “Pasrah” (1988) yang dipopulerkan Ermy Kullit.
Kiprahnya di dunia musik tak hanya ditunjukkan dalam keahlian menulis lagu, ia juga aktif menjadi penyanyi. Salah satu lagunya paling terkenal adalah “Emosi & Emosi” pada tahun 1988. Lagu ini turut memperkuat posisinya sebagai musisi serba bisa.
Selama berkarier selama empat dekade, Ryan tercatat memiliki 135 lagu yang terdaftar atas namanya. Angka tersebut mencerminkan produktivitas dan konsistensinya dalam industri permusikan Tanah Air.
Sebagai informasi, nama Kyoto diambil dari nama sang ayah, Rokyoto, yang menjadi bagian dari identitas personalnya sebagai seniman.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ryan Kyoto pun aktif menjadi bagian dari keluarga besar AKSI Bersatu untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap perjuangan dan solidaritas para komposer atau pencipta lagu di Indonesia.
Kepergian Ryan Kyoto meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan industri musik Indonesia. Ucapan belasungkawa dari sesama musisi terus berdatangan, seperti dari Erramono Soekarjo dan Rieka Roslan.
Karya-karyanya akan terus bergema lewat karya-karya yang telah menemani pendengar musik Indonesia lintas generasi.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News