Setelah terseret dalam kontroversi pemecatan rapper Macklemore, Ed Sheeran menegaskan keinginannya agar panggung musik tetap menjadi ruang penyebar pesan persatuan dan kemanusiaan, bukan tempat perdebatan politik. Hal ini ia sampaikan di hadapan penonton saat menggelar konser di Lincoln Financial Field, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Sabtu, 19 September 2026.
Ia turut menyampaikan pandangannya mengenai konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan penolakannya terhadap serangan Hamas pada festival musik Nova tanggal 7 Oktober 2023 yang menewaskan banyak warga Israel, sekaligus mengecam keras aksi genosida serta agresi militer Israel di Gaza.
Ed Sheeran pun mengungkapkan bahwa masa-masa sulit selama seminggu terakhir memberinya pelajaran berharga tentang arti persahabatan di tengah situasi yang berubah begitu cepat.
Reaksi Publik dan Sikap Taka
Momen tersebut mendapatkan berbagai reaksi dari publik. Salah satunya dari vokalis band One Ok Rock yang akrab disapa Taka.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Taka menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Ed Sheeran membutuhkan keberanian. Hal ini membuatnya semakin menghormati sang musisi.
“Ed, tindakanmu itu butuh keberanian. Bagiku, engkau adalah teladan. Hormat setinggi-tingginya untukmu,” tulis Taka.
Namun, siapa sangka bahwa dukungannya kepada Ed Sheeran justru membuat Taka mendapatkan kritik dari publik. Bahkan, ada yang kecewa dengan pernyataan yang disampaikan oleh penyanyi asal Jepang tersebut.
“Hal itu sungguh mengecewakan, terlebih datang dari seorang musisi yang selama ini dikenal lewat karya‑karya tentang melawan otoritas yang menindas dan berani menjadi diri sendiri. Sangat menyedihkan melihat Taka melakukan hal seperti ini,” tulis seorang warganet.
“Menyukai ONE OK ROCK sejak awal memang terasa keliru. Jepang sebenarnya memiliki banyak band rock berkualitas, bukan sekadar kelompok yang terkesan ingin meniru pasar Barat. Musik mereka terdengar dipaksakan, sehingga wajar bila banyak orang mempertanyakan mengapa kalian begitu mengaguminya,” tulis warganet lain.
“Ed Sheeran pun kemungkinan besar akan menjauhi dirinya jika suatu saat ia melakukan hal yang sedikit kontroversial. Namun baiklah, begitulah kenyataannya,” tambah warganet lainnya.
i’m in a bad mood already then taka posted this im- pic.twitter.com/B4FaLwJ6FW
— maria (@takaismyhero) September 20, 2026
Permohonan Maaf dan Penegasan Sikap
Setelah unggahannya viral, Taka pun meminta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman kepada publik. Ia mengaku hanya ingin memberikan dukungan kepada seorang teman.
“Jika saya telah menimbulkan kesalahpahaman, saya memohon maaf kepada semuanya. Saya hanya tidak bisa berdiam diri ketika melihat seorang teman berada dalam situasi seperti itu,” tulis Taka.
Dalam pernyataan terpisah, ia secara tegas menentang perang dan menilai bahwa seorang seniman tidak seharusnya dilarang tampil hanya karena mengekspresikan pandangannya.
“Saya menolak perang. Saya menentang keras jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka di kalangan anak-anak dan warga sipil. Saya juga menilai tidak sepatutnya seorang seniman dilarang tampil hanya karena mereka menyuarakan pandangannya,” tulis Taka.
Ia juga tidak setuju dengan tindakan penolakan massal atau seruan boikot terhadap seseorang yang memiliki pandangan atau pilihan berbeda. Menurutnya, seseorang tidak bisa dinilai sepenuhnya hanya dari apa yang tampak dari luar.
“Di saat yang sama, saya tidak dapat membenarkan tindakan sekelompok besar orang yang secara kolektif menolak seseorang yang mengambil keputusan berbeda, tanpa mempertimbangkan sudut pandang maupun beban yang ditanggung orang tersebut,” tulis Taka.
Murni Alasan Persahabatan
Ia mengatakan bahwa dukungannya untuk Ed Sheeran murni sebagai seorang sahabat. Taka mengaku tidak bisa tinggal diam melihat temannya berada di situasi sulit dan berusaha menjelaskan posisinya.
“Saya menyuarakan dukungan untuk Ed bukan untuk berpihak pada posisi politik mana pun. Saya adalah temannya,” tulis Taka.
“Melihat teman saya berada dalam situasi yang sangat sulit dan berusaha menjelaskan dirinya dengan kata-katanya sendiri, saya tidak bisa tinggal diam. Hanya itu alasan saya,” lanjutnya.
Taka mengimbau agar publik dapat saling menghormati kebebasan berpendapat, baik bagi Macklemore maupun Ed Sheeran yang memiliki posisi dan tanggung jawabnya masing-masing. Ia berharap perbedaan pandangan ini tidak membuat orang-orang saling berselisih atau menyakiti satu sama lain.