Ed Sheeran (Foto: Instagram @teddysphotos)
Ed Sheeran (Foto: Instagram @teddysphotos)

Buntut Polemik Macklemore, Ed Sheeran Pertanyakan Masa Depannya sebagai Musisi

Basuki Rachmat • 20 September 2026 16:04
Ringkasnya gini..
  • Ed Sheeran memberikan tanggapan langsung di atas panggung terkait pencoretan Macklemore dan situasi di Gaza.
  • Ia mengutuk keras kehancuran di Gaza dan menyebut serangan tersebut tidak proporsional.
  • Sheeran mengaku bimbang untuk melanjutkan Loop Tour hingga mempertanyakan kelanjutan karier musiknya.
Jakarta: Penyanyi sekaligus penulis lagu Ed Sheeran akhirnya buka suara mengenai polemik pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian konser Loop Tour. Pernyataan tersebut disampaikan Sheeran saat tampil di Lincoln Financial Field, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Sabtu, 19 September 2026 waktu setempat.

Seperti diketahui, Macklemore dicoret dari rangkaian tur tersebut setelah menyerukan "Free Palestine" serta membawakan lagu protes "Hind's Hall" ketika tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Polemik tersebut kemudian diikuti keputusan sejumlah musisi pembuka lainnya yang memilih mundur dari Loop Tour. Aaron Rowe, Beoga, Finneas yang merupakan adik Billie Eilish, hingga musisi asal Denmark, Lukas Graham, turut mengumumkan pengunduran diri mereka dari rangkaian tur tersebut.

Seminggu setelah polemik tersebut mencuat dan menjadi sorotan internasional, Ed Sheeran akhirnya menyampaikan sikapnya kepada para penonton. Pelantun "Shape of You" itu menegaskan bahwa ia tidak ingin panggung konsernya menjadi ruang untuk memperdebatkan politik, melainkan ingin membawa pesan mengenai persatuan dan kemanusiaan.

"Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis, namun situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia," ujarnya kepada penonton, dikutip dari The Guardian pada Minggu, 20 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sheeran juga berusaha menyampaikan sikapnya terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia mengaku mengecam serangan Hamas terhadap Nova Music Festival pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan ratusan warga Israel, sekaligus mengecam aksi genosida Israel terhadap warga Gaza yang masih berlangsung hingga kini.

“Hati saya hancur melihat skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk nyawa anak-anak,” kata Sheeran.

"Apa yang terjadi di Gaza sungguh membawa bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional," ujar Sheeran di Philadelphia.
   

Ed Sheeran Bimbang Lanjutkan Loop Tour


Polemik yang berkembang rupanya turut memengaruhi kondisi Ed Sheeran dalam menjalani rangkaian Loop Tour. Ia mengaku berada dalam situasi sulit setelah kontroversi tersebut memicu aksi demonstrasi hingga seruan boikot dari sejumlah pendengar musik.

Sheeran bahkan mengaku sempat mempertanyakan kelanjutan tur sekaligus masa depannya sebagai musisi. Hal itu disampaikannya secara langsung kepada para penggemar yang hadir di Lincoln Financial Field.

“Saya benar-benar enggak tahu apakah tur ini bakal terus berjalan,” ujarnya kepada para penggemar.

“Saya juga enggak tahu apakah saya masih akan naik panggung lagi, bahkan apakah saya masih ingin menjadi seorang musisi atau tidak," lanjutnya.

Di penghujung pernyataannya, Sheeran menggambarkan situasi yang ia hadapi selama sepekan terakhir sebagai pengalaman yang berlangsung begitu cepat dan tidak terduga.

“Dalam situasi seperti ini, kita benar-benar bisa tahu siapa teman kita yang sebenarnya. Minggu ini terasa sangat aneh. Rasanya semua terjadi begitu cepat," tutup Ed Sheeran.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA