BMTH Kibarkan bendera Palestina saat live di Reading Festival 2025 (Foto: Instagram @bringmethehorizon)
BMTH Kibarkan bendera Palestina saat live di Reading Festival 2025 (Foto: Instagram @bringmethehorizon)

Oliver Sykes Kritik Pemecatan Macklemore dari Tur Ed Sheeran: Empati Kini Dianggap Pengkhianatan!

Basuki Rachmat • 18 September 2026 17:31
Ringkasnya gini..
  • Vokalis BMTH Oliver Sykes mengecam dugaan pembungkaman terhadap Macklemore.
  • Oli Sykes menilai perusahaan raksasa menggunakan kekuasaan untuk mengancam mata pencaharian musisi.
  • Ia mengaitkan peristiwa tersebut dengan pesan kemanusiaan dalam lagu terbaru BMTH, "Dehumanized".
Jakarta: Polemik pencoretan nama rapper Macklemore dari rangkaian tur dunia Ed Sheeran, Loop Tour, turut mendapat perhatian dari vokalis Bring Me The Horizon (BMTH), Oliver Sykes.

Seperti diketahui, Macklemore dicoret dari rangkaian tur tersebut setelah menyerukan "Free Palestine" dan membawakan lagu protes "Hind's Hall" saat tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Aksi tersebut kemudian menuai kritik dari sejumlah kelompok Yahudi yang merupakan penggemar Ed Sheeran. Situasi itu juga disebut mendorong munculnya tekanan dari sejumlah pengelola venue kepada pihak promotor agar penampilan Macklemore dihentikan dari rangkaian tur.

Polemik tersebut turut diikuti keputusan sejumlah musisi pembuka lain yang memilih mundur dari Loop Tour. Aaron Rowe, Beoga, Finneas yang merupakan adik Billie Eilish, serta musisi asal Denmark, Lukas Graham, juga mengumumkan pengunduran diri mereka dari tur tersebut.
   

Oliver Sykes Buka Suara


Oliver Sykes kemudian ikut menyampaikan pandangannya melalui unggahan Instagram Story pada Jumat, 18 September 2026. Vokalis BMTH itu menyinggung dugaan upaya pembungkaman terhadap musisi yang memilih menyuarakan isu sosial dan politik, termasuk yang dialami Macklemore.

"Kalian tahu kan gue jarang banget angkat bicara soal apa pun. Tapi seenggaknya gue harus bilang kalau apa yang kejadian sama Macklemore itu beneran terjadi," tulis Oliver Sykes.

Menurut Oli, perusahaan hiburan besar memiliki kekuatan untuk memberikan tekanan kepada musisi yang memilih bersuara mengenai persoalan sosial maupun politik. Ia kemudian mengaitkan situasi tersebut dengan pesan yang dibawa BMTH melalui single terbaru mereka, "Dehumanized".

"Perusahaan-perusahaan raksasa pakai power mereka buat ngebungkam artis, dengan cara ngancam bakal matiin sumber penghidupan mereka. Inilah wujud asli dari 'Dehumanized'," ungkap Oli tegas.

1000158736

Dalam unggahan lainnya, Oliver turut mengutip bagian lirik "Dehumanized" yang menggambarkan situasi ketika empati terhadap persoalan sosial justru dipandang sebagai bentuk pengkhianatan.

"Kunci rapat hatimu agar aman, atau bersiaplah menghadapi pisau eksekusi. Karena empati kini dianggap pengkhianatan, dan harapan tak lebih dari sebuah penyakit."
 

Bring Me The Horizon Pernah Dukung Palestina


Bring Me The Horizon sebelumnya juga pernah menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Momen tersebut terlihat ketika mereka mengibarkan bendera Palestina di atas panggung saat membawakan lagu "Throne" dalam penampilan mereka di Reading Festival 2025.

Oli Sykes kemudian mengungkap bahwa pihaknya sempat mendapat peringatan agar tidak mengibarkan atribut Palestina di atas panggung. Meski demikian, BMTH tetap memilih menyuarakan dukungan tersebut.

"Gue sempat dibilangin, kalau ngibarin bendera Palestina bisa bikin karier gue tamat," tutup Oli.
 

Baca Juga :

Streaming Musik Macklemore Melonjak 693 Persen Usai Didepak dari Tur Ed Sheeran

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA