Langkah Awal Green Lava
Film yang dikirimkan Vatikan tersebut merupakan karya sutradara Lia Beltrami dan Ali Aksu bertajuk Green Lava. Tim produksi film dokumenter pendek itu akan segera menyelesaikan berkas pendaftaran Oscar sesudah penayangan di bioskop usai.
Green Lava menceritakan perjalanan Giacomo Mattivi, seorang pemuda asal Italia yang mengidap Duchenne Muscular Dystrophy (distrofi otot Duchenne). Film ini dijadwalkan tayang perdana pekan ini di Lumiere Music Hall, Beverly Hills, pada 18–24 September 2026 sebagai langkah awal sebelum resmi didaftarkan pada kategori Best Documentary Short Film.
Ketentuan Kategori Film Pendek
Perlu dicatat bahwa Green Lava tidak secara khusus mewakili negara Vatikan. Berbeda dengan kategori International Feature Film, kategori film pendek tidak membutuhkan pendaftaran resmi atau rekomendasi khusus dari pemerintah maupun komite nasional suatu negara.
Meski begitu, langkah ini menjadi penanda kali pertama film yang didukung Vatikan masuk dalam bursa persaingan Piala Oscar.
Dukungan Dikasteri Komunikasi Vatikan
Kepala Dikasteri Komunikasi Vatikan, Paolo Ruffini, mengatakan bahwa kisah di dalam film Green Lava perlu diketahui oleh masyarakat luas.
“Karena itulah kami sangat bersyukur atas kesempatan untuk mengikutsertakan Green Lava dalam proses seleksi Oscar,” kata Paolo Ruffini, dikutip dari Variety, pada Kamis, 17 September 2026.
Ia juga mengapresiasi film ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan persahabatan yang membuktikan bahwa penderita sakit kronis tetap mampu memberi warna serta inspirasi berharga bagi lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi Produksi dan Inklusivitas
Proses produksi Green Lava digarap oleh Emotions to Generate Change—rumah produksi milik Lia Beltrami—dengan menggandeng Vatican News, Radio Vaticana, serta Vatican Media.
Lia Beltrami mengaku bertetangga langsung dengan Giacomo di kawasan Pegunungan Dolomit. Ia menceritakan bahwa masyarakat lokal di sana memiliki ikatan kekeluargaan yang amat kuat.
“Di tengah dunia modern saat ini, sangat indah melihat bagaimana warga bahu-membahu mendukung Giacomo dengan penuh kebaikan dan rasa inklusif. Saya berharap masyarakat dunia yang menyaksikan film ini dapat terinspirasi oleh kehangatan warga pegunungan tersebut,” jelas Lia Beltrami.