Penampilan Ortiz dalam memerankan karakter alien batu mirip laba-laba dari novel Andy Weir sukses mencuri perhatian penonton tahun ini. Rocky merupakan salah satu tokoh dalam film fiksi ilmiah garapan Amazon MGM Studios tahun ini, Project Hail Mary, bersama Dr. Ryland Grace (Ryan Gosling).
Dihidupkan melalui seni boneka yang rumit serta penampilan vokal yang apik bersama Ryan Gosling, karakter ini menjadi elemen paling terkenal dalam film tersebut. Pihak studio pun mulai menyusun rencana untuk memosisikan film ini dalam musim penghargaan mendatang. Ortiz akan dinominasikan dalam kategori Best Supporting Actor atau Aktor Pendukung.
“Biasanya, kita ngomongin seni boneka sebagai pencapaian teknis, dan memang. Namun, bagi saya sebagai seorang pelaku seni, itu bukanlah tujuan utama saya. Yang menarik bagi saya adalah inti dari karakter tersebut: apa yang ingin mereka sampaikan, apa yang mereka rasakan di balik semua itu,” tutur Ortiz.
"Ketika kita bisa memanfaatkan media seperti pertunjukan boneka, yang sering dianggap sekadar hiasan, dan menghidupkan karakter dengan jiwa yang hidup sehingga benar-benar menyentuh hati penonton, barulah kita melakukan sesuatu yang benar-benar bermakna," sambungnya.
Gosling dan Ortiz melatih setiap adegan sebelum menggunakan boneka tersebut, dengan terlebih dahulu menyempurnakan pengaturan posisi di antara mereka. Meskipun penampilan Rocky tidak konvensional—tanpa wajah dan cara berekspresi yang lazim—ia adalah karakter yang paling menonjol dalam film ini. Ortiz, bersama desainer Neil Scanlan, berhasil mengatasi tantangan utama dalam menciptakan makhluk yang begitu memikat.
Film ini diprediksi akan menyapu bersih nominasi di sepanjang gelaran musim penghargaan. Meski demikian, beberapa pihak masih bertanya-tanya apakah penampilan James Ortiz yang tidak biasa bisa bersaing dengan penampilan manusia.
Berdasarkan peraturan sekarang, Variety memperoleh informasi eksklusif bahwa akting Ortiz sebagai Rocky memenuhi syarat untuk dinominasikan dalam kategori akting di Academy Awards. Selain itu, penampilannya memenuhi syarat untuk mengikuti Actor Award, di mana dalang termasuk dalam yurisdiksi SAG-AFTRA.
Namun, berdasarkan peraturan Golden Globes yang berlaku saat ini, karyanya tidak akan memenuhi syarat. Critics Choice Awards tidak memiliki pedoman eksplisit yang akan mengecualikannya sehingga ia diperkirakan akan memenuhi syarat untuk dinominasikan.
Di ajang BAFTA, ia juga akan memenuhi syarat karena BAFTA adalah satu-satunya badan pemungutan suara yang pernah menominasikan penampilan pengisi suara dalam film animasi: Eddie Murphy dalam Shrek (2001) untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik.
Ketidakjelasan ini menggarisbawahi perdebatan berkepanjangan di industri mengenai cara mengklasifikasikan pencapaian yang mengaburkan batas antara akting, pengisi suara, dan keahlian teknis. Hal ini juga secara langsung mengarah pada mekanisme yang dibuat oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences khusus untuk tujuan ini.
Special Achievement Award, yang diperkenalkan pada tahun 1972, bisa dibilang merupakan instrumen yang paling fleksibel. Penghargaan ini dirancang untuk mengakui karya-karya inovatif yang tidak dapat dikategorikan dengan jelas ke dalam kategori yang ada. Hal ini muncul pada saat inovasi teknologi dan kreatif yang pesat melampaui aturan Oscar.
Pembicaraan awal mengenai hal ini muncul setelah Andy Serkis memerankan Gollum dalam The Lord of the Rings: The Two Towers (2002) dan sebagai Caesar dalam Rise of the Planet of the Apes (2011) menggunakan teknologi motion capture. Critics Choice Awards menominasikan Serkis sebagai aktor pendukung terbaik untuk film yang terakhir. Mereka memberinya penghargaan khusus untuk penampilan akting digital terbaik untuk film yang pertama.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News