Informasi ini mencuat setelah sebuah teaser di videotron dalam rangkaian Ye Bully Listening Party yang diinisiasi oleh Raw Vision Collective di Bengkel Space, Jakarta Selatan, Rabu (22/4).
Acara tersebut awalnya hanya dimaksudkan untuk memutarkan 18 trek dari album terbaru Ye bertajuk Bully (2026). Namun, suasana menjadi riuh berkat sebuah kejutan di penghujung acara.
“Ye. Jakarta. Coming soon 2026,” berikut bunyi pesan tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait kepastian konser Kanye West di Jakarta, termasuk siapa promotor yang akan menangani kedatangan dari pelantun hits rap "Flashing Lights" tersebut.
Gelombang Pembatalan Konser Kanye West di Eropa
Konser-konser Ye yang akan digelar di Polandia dan Swis dalam waktu dekat juga telah dibatalkan, seiring meningkatnya jumlah negara Eropa yang menolak kedatangan rapper kontroversial tersebut. Alasan penolakannya ini berhubungan dengan rekam jejaknya di masa lalu terkait komentar antisemit.Sebelumnya, pemerintah Inggris melarang kedatangannya ke negara mereka dan berujung pada pembatalan Wireless Festival tahun ini. Penundaan konser West juga terjadi di Orange Velodrome Marseille di Prancis. Hal ini memicu gelombang pembatalan sehingga mendorong Polandia serta Swis untuk ikut membubarkan acara tersebut.
West seharusnya tampil di Stadion Silesian di Chorzów pada 19 Juni nanti. Ini menjadi penampilan pertamanya di Polandia dalam 15 tahun. Namun, pihak venue mengumumkan bahwa konser tersebut batal digelar “karena alasan formal dan hukum.”
Keputusan tersebut diambil setelah Menteri Kebudayaan Polandia Marta Cienkowska mengecam sang rapper. Menurutnya, rekam jejak pernyataan antisemit Ye seharusnya membuat pria berusia 48 tahun itu dilarang tampil di negara yang “terluka oleh sejarah Holocaust”.
West juga dijadwalkan tampil di St. Jakob-Park, markas klub sepak bola Swis FC Basel, pada bulan Juni. Akhir pekan ini, klub tersebut mengumumkan bahwa mereka telah membatalkan rencana tersebut setelah melakukan “peninjauan menyeluruh”.
"FCB telah menerima permintaan tersebut dan mempertimbangkannya. Namun, setelah melakukan peninjauan menyeluruh, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini, karena kami tidak dapat, sesuai dengan nilai-nilai kami, menyediakan panggung bagi artis yang bersangkutan dalam konteks ini," tulis mereka, dikutip dari Euronews, Kamis (23/4).
Menyusul keputusan Prancis untuk menunda konsernya, West menulis pernyataan komitmen lewat media sosialnya. Ia mengaku paham dengan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Ye pun siap bertanggung jawab penuh atas semuanya.
Tanggal-tanggal konser West yang tersisa di Uni Eropa kini adalah Turki (30 Mei), Belanda (6 dan 8 Juni), Italia (18 Juli), Madrid, Spanyol (30 Juli), dan Portugal (7 Agustus). Mengingat gelombang pembatalan baru-baru ini, ada spekulasi bahwa bagian tur di Eropa ini bisa saja dibatalkan seluruhnya.
Kontroversi Pernyataan Antisemitisme Kanye West
Pernyataan antisemitisme West dimulai pada tahun 2022, ketika ia melontarkan serangkaian komentar menyinggung di media sosial yang membuatnya diblokir dari X dan Instagram. Tak hanya diputus kontrak oleh agensi talenta yang menaunginya, merek-merek fesyen, seperti Adidas dan Balenciaga, juga menjauh darinya.West kemudian memposting foto jubah KKK, mencabut permintaan maafnya kepada komunitas Yahudi, menyatakan dirinya sebagai "seorang Nazi", dan menegaskan bahwa ia memiliki "kekuasaan atas istrinya".
Pada Februari 2025, West mulai menjual kaos bermotif swastika. Tiga bulan kemudian, ia merilis lagu berjudul ”Heil Hitler” yang memuji pemimpin Nazi. Hal ini membuat visa kedatangannya di Australia dicabut dan ia pun terancam ditangkap di Brasil
West meminta maaf atas tindakannya dan memasang iklan satu halaman penuh di Wall Street Journal awal tahun ini. Ia menanggapi komentar antisemitnya di masa lalu, merenungkan “episode manik selama empat bulan yang ditandai dengan perilaku psikotik, paranoid, dan impulsif” serta mengatakan bahwa ia “kehilangan kontak dengan kenyataan.”
Namun, banyak yang mempertanyakan waktu permintaan maafnya, mengingat perilisan album barunya, Bully, yang baru-baru ini.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News