Hal ini diungkap lewat media sosial serta situs resmi Wireless Festival pada Selasa (7/4). Mereka juga memastikan kalau seluruh pemegang tiket akan mendapat pengembalian dana.
“Karena Kementerian Dalam Negeri menolak permohonan masuk YE ke Inggris, Wireless Festival dibatalkan. Semua pemegang tiket akan menerima pengembalian dana penuh secara otomatis,” tulis Wireless Festival.
Melansir dari Variety, Kantor Dalam Negeri dilaporkan menolak permohonan Otorisasi Perjalanan Elektronik (Electronic Travel Authorisation/ETO) rapper tersebut setelah diajukan pada Senin (6/4).
Menurut pemerintah, kehadiran mantan suami Kim Kardashian itu disebut “tidak akan bermanfaat bagi kepentingan umum” sehingga mereka memutuskan untuk melarangnya masuk.
Ketika Ye dikontrak sebagai penampil utama, Wireless Festival mengaku bahwa tidak ada pihak yang menyampaikan rasa keberatan atau peringatan terkait potensi kontroversi yang akan muncul.
Tak lama setelah ia diumumkan sebagai penampil utama, beberapa golongan masyarakat memprotes keputusan tersebut. Salah satunya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menyatakan ketidaksetujuannya secara publik.
Larangan masuk ini merupakan buntut dari rentetan ujaran kebencian bernada antisemitisme atau diskriminasi terhadap kaum Yahudi yang dilontarkan sang musisi beberapa tahun terakhir.
Tahun lalu, Ye merilis lagu “Heil Hitler” yang menampilkan ideologi Nazi secara eksplisit. Ia akhirnya merilis permintaan maaf sebanyak satu halaman penuh di Wall Street Journal pada bulan Januari kemarin.
Ia mengaku bahwa perilaku itu berkaitan dengan episode manik yang disebabkan gangguan bipolar. Bahkan, Ye menawarkan dialog bersama pemimpin Yahudi di Inggris dengan upaya mengubah keputusan pemerintah meski hal tersebut gagal.
Baca Juga :
Kanye West Rilis Daftar Nama Pengkhianat: Kim Kardashian dan Anaknya hingga Patrick Star
Rekam jejak kontroversi Ye meningkat signifikan sejak Grammy Awards 2025. Selain kehadiran kontroversial bersama istrinya, Bianca Censori, Ye diketahui melakukan serangkaian aksi provokatif di media sosial, termasuk pengakuan terang-terangan memuji Adolf Hitler dan Nazi.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News