Seperti yang diketahui Tretan Muslim sendiri dikenal luas dengan partner duo berkomedinya yaitu komika Coki Pardede. Keduanya populer melalui berbagai program digital seperti Debat Kusir di kanal YouTube Majelis Lucu Indonesia, siniar Musuh Masyarakat di platform Noice, hingga kini membentuk perusahaan digital bersama yaitu Dinasti Komedi Indonesia.
Saat menghadiri sesi Content Day film FOUFO di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Tretan Muslim pun sempat mengungkapkan bahwa Coki Pardede turut memberikan respons setelah mengetahui sahabatnya tersebut membintangi film FOUFO.
"Dia serius sih ya bilang 'bagus film ini unik cuma memang premis-nya why why why why?'," ujar Tretan Muslim menirukan komentar sahabatnya dengan gaya khas mereka.
Menurut Tretan, premis film tentang alien yang mendarat di Madura memang selalu berhasil memancing tawa orang-orang yang mendengarnya.
"Saya kalau cerita ke teman 'FOUFO tentang apa?' Saya jawab 'Alien mendarat di Madura' pasti mereka udah ketawa. Itu Belum cerita lengkap, UFO-nya diperetelin (dibongkar besi-besinya) tambah ngakak lagi, wkwkwk," tuturnya sambil tertawa.
Tretan juga sempat mengungkapkan keinginannya untuk melibatkan Coki Pardede dalam salah satu adegan film tersebut. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak terwujud karena tidak disetujui oleh Bayu Skak.
"Sebenarnya Coki itu mau saya request untuk ada satu scene, tapi beliau (Bayu Skak) tidak setuju, karena Budget-nya kurang," tutup Tretan Muslim.
FOUFO sendiri merupakan film garapan rumah produksi Skak Studios dan Sinemart yang diarahkan langsung oleh Bayu Skak sebagai sutradara. Bayu pun menjelaskan bahwa film ini 80% bakal menggunakan bahasa Madura dan diperani oleh sejumlah pemeran yang memiliki darah keturunan atau asli dari kota berjulukan Pulau Garam tersebut.
"FOUFO adalah film science fiction comedy dan setting-nya nanti ini alien-nya akan mendarat crash landing-nya ditemui oleh orang-orang Madura. Dan ini memang akan bertajuk komedi science fiction dan harapannya ini menjadi sesuatu yang baru ya di perfilman Indonesia karena akan menggunakan bahasa Madura 70-80%," tutur Bayu Skak.
Bayu juga menjelaskan alasan di balik pemilihan tajuk FOUFO yang terdengar unik dan tidak biasa.
"Kenapa kok FOUFO? Karena kalau alien mendarat di Madura, orang Madura kan kalau ngomong sering kali diulang-ulang; te-sate, FO-UFO," terangnya menjelaskan makna tajuk film tersebut.
Bagi Sobat Medcom yang penasaran dengan kisah UFO jatuh di kawasan Madura, film FOUFO sendiri dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Tanah Air mulai tanggal 9 Juli 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News