Ed Sheeran (Foto: Instagram @teddysphotos)
Ed Sheeran (Foto: Instagram @teddysphotos)

Buntut Sikap Netral Soal Palestina, Ed Sheeran Diboikot Radio Irlandia

Basuki Rachmat • 18 September 2026 21:40
Ringkasnya gini..
  • Classic Hits Radio di Irlandia menghentikan sementara pemutaran seluruh lagu Ed Sheeran.
  • Langkah ini diambil sebagai respons atas aspirasi pendengar dan sikap netral Sheeran terkait isu Palestina.
  • Aksi boikot ini memperpanjang gelombang protes dari musisi pembuka tur yang sebelumnya memilih mengundurkan diri.
Jakarta: Classic Hits Radio, stasiun radio asal Irlandia, memutuskan untuk memboikot sementara pemutaran katalog lagu milik Ed Sheeran.

Langkah boikot ini merupakan buntut dari kontroversi pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian tur konser Loop Tour di Amerika Serikat. Sebelumnya, Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan membawakan lagu protes "Hind's Hall" saat tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Sejumlah pendengar Classic Hits Radio juga menyayangkan keputusan Ed Sheeran yang memilih bersikap netral terhadap isu genosida di Palestina oleh Israel. Sikap tersebut disampaikan pelantu hits "Shape of You" tersebut melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Dave Kelly selaku Direktur Program Grup Bay Broadcasting Classic Hits Radio mengatakan keputusan menghentikan pemutaran lagu Ed Sheeran diambil setelah pihaknya mempertimbangkan aspirasi pendengar. 

"Keputusan kami untuk menghapus musik Ed Sheeran dari daftar putar Classic Hits Radio telah dipertimbangkan secara matang. Ini bukan bentuk penilaian personal terhadap Ed Sheeran," ujar Dave Kelly, dikutip dari Irish Independent pada Jumat, 18 September 2026.

Menurut Kelly, Classic Hits Radio sebagai stasiun independen asal Irlandia memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan suara audiens sekaligus menghormati para seniman yang mengambil keputusan profesional berdasarkan keyakinan masing-masing.

"Namun sebagai stasiun radio independen milik Irlandia, kami percaya penting untuk mendengarkan audiens kami dan berdiri bersama para seniman Irlandia yang mengambil keputusan profesional berdasarkan keyakinan mereka," lanjutnya.

"Posisi kami sederhana: kami percaya pada perdamaian, kemanusiaan, dan rasa hormat," tutup Kelly.
   

Ed Sheeran Klarifikasi soal Macklemore

Sebelumnya, Ed Sheeran memberikan klarifikasi mengenai keputusan Macklemore yang tidak lagi terlibat dalam rangkaian Loop Tour. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal darinya, melainkan pihak promotor.

"Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini terikat dengan promotor, bukan dengan saya," tulis Sheeran di Instagram.

Sheeran juga menjelaskan alasannya selama ini memilih untuk tidak menjadikan panggung profesional sebagai ruang untuk menyampaikan pandangan politik. Menurutnya, penonton yang hadir dalam konsernya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak muda dan anak-anak.

"Ada alasan kenapa saya tidak menggunakan platform profesional saya untuk membicarakan politik. Penonton saya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk banyak anak muda dan bahkan anak-anak. Orang-orang yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan tempat tersebut menjadi forum politik," ungkapnya.

Pernyataan tersebut kemudian menuai reaksi dari sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan menjadi penampil pembuka konser Ed Sheeran. Finneas, Aaron Rowe, Beoga, serta Lukas Graham disebut memilih mundur dari rangkaian pertunjukan tersebut.

“Para seniman tidak boleh dibungkam ketika menyuarakan kebenaran bagi kaum yang tertindas. Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari rangkaian tur mendatang bersama Ed Sheeran,” tulis Finneas, dikutip dari akun Instagram @finneas, pada Rabu, 16 September 2026.

Sementara itu, Beoga juga menyampaikan alasan mereka memilih mundur. Grup musik tersebut menilai kesempatan tampil di hadapan ribuan penonton tidak sebanding dengan keputusan untuk berada dalam lingkungan yang dianggap membatasi suara terkait Palestina.

"Sebagai musisi, bermain di hadapan penonton sebanyak itu setiap malam adalah impian, tetapi bermain di tempat-tempat yang membungkam siapa pun yang memperjuangkan Palestina Merdeka bukanlah pilihan bagi kami," tulis Beoga dalam pernyataan resmi mereka.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA