Silenced Nights Jadi Film Pembuka
JAFF 2026 akan dibuka dengan Silenced Nights, film asal Filipina yang disutradarai oleh Lawrence Fajardo. Film drama berbahasa Tagalog ini menceritakan seorang buruh serabutan di Manila yang memilih memendam kesaksiannya atas eksekusi seorang remaja dalam operasi perang narkoba, sementara bayang-bayang tragedi tersebut terus menghantui kehidupan sehari-harinya.
Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, mengatakan bahwa pihaknya ingin membuka JAFF 2026 dengan film yang mampu memicu diskusi mendalam pascapemutaran.
“Opening tentu saja selalu ingin dibuka dengan sesuatu yang meriah, happening, fun, apa segala macam yang membuat situasinya lebih festival, tapi menurut saya, ini fungsi festival tidak hanya itu,” kata Ifa Isfansyah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 6 November 2026.
Menurutnya, Silenced Nights dipilih agar proses diskusi yang berlangsung nantinya relevan dengan situasi yang saat ini dialami oleh penonton. Sosok yang menggarap film tersebut juga menjadi pertimbangan utama pihak penyelenggara.
“Jelas dalam konteks lingkungan hidup, dalam konteks sosial, politik, dan tentu saja itu salah satu perspektif kemudian yang tentu saja dibuat oleh seseorang yang punya histori,” ucap Ifa.
Program Director JAFF, Alexander Matius, menambahkan bahwa Silenced Nights dinilai mampu membuat penonton berpikir dan merasa lebih intens. Film ini nantinya menjadi bahan diskusi sepanjang acara berlangsung.
“Sehingga rasa-rasanya Silenced Nights jadi penting karena mengingat isunya yang kemudian dibahas dalam film itu sendiri,” tutur Alexander Matius yang akrab disapa Mamat.
You Are the Film Penutup Festival
JAFF ke-21 akan diselenggarakan pada 28 November hingga 5 Desember 2026. Pada hari terakhir, You Are the Film akan diputar sebagai penutup festival tahunan berskala internasional tersebut.
You Are the Film merupakan film asal Jepang yang digarap oleh sutradara dan penulis Makoto Ueda. Film drama komedi ini menceritakan seorang penulis naskah dan seorang musisi di Tokyo yang tak saling mengenal, lalu mendapati diri mereka muncul dalam film yang ditonton masing-masing, memicu pertemuan tak terduga yang mengaburkan batas antara layar dan kenyataan.
You Are the Film dipilih sebagai penutup JAFF 2026 karena dinilai memberikan kesan manis, ringan, dan membawa harapan setelah maraton menonton film selama delapan hari di festival tersebut.
“Jadi kita pilih sebuah film yang tetap relevan tapi bagaimanapun tetap kita punya... apa pun situasinya kita tetap punya harapan,” tutur Ifa.
Film berdurasi 68 menit ini juga dinilai mampu memberikan dampak besar bagi para pengunjung yang menyaksikannya di JAFF 2026.
“Film ini tuh film yang sebenarnya kanvas dan skalanya kecil tapi impact-nya besar sekali, value-nya besar. Jadi itu yang saya rasa You Are the Film ini benar-benar bisa merepresentasikan yang tepat untuk menutup festival,” ujar Ifa.