Album ini menjadi catatan sejarah yang emosional bagi Seringai, karena merupakan karya terakhir yang digarap bersama sang gitaris, Ricky Siahaan, sebelum berpulang. Memuat total 12 trek, IV: Anastasis dijadwalkan bakal dirilis secara penuh di berbagai platform musik digital pada 23 April 2026 mendatang.
Guna menjaga orisinalitas dan marwah sang "Riffmeister", Seringai mengungkapkan bahwa seluruh lagu dalam album ini menggunakan pengaturan (tuning) gitar serta peralatan (equipment) asli milik mendiang Ricky.
Sementara itu, posisi departemen gitar dalam proses rekaman dan format live dipercayakan kepada Angga Kusuma (eks gitaris Taring, dan gitaris Billfold, Collapse) sebagai gitaris tamu.
Baca Juga :
Seringai Rilis “Sejati” dan “Senarai Feses”, Tandai Fase Baru Pasca Kepergian Ricky Siahaan
"Akar": Warisan Rekaman Terakhir Ricky Siahaan
Di antara deretan lagu yang ada, trek ke-11 bertajuk "Akar" menjadi sorotan utama di album IV: Anastasis. Pasalnya, lagu ini menjadi satu-satunya trek yang secara fisik menampilkan permainan gitar asli (demo) dari mendiang Ricky Siahaan dalam format akustik."Ini satu-satunya lagu yang ada permainan Ricky ya. Itu dari demo kita tarik ke lagu ini," tutur sang vokalis, Arian13.
Sang drummer, Edy Khemod, menambahkan bahwa rekaman demo tersebut diambil secara spontan saat mereka melakukan workshop di kantor Lawless Jakarta.
"Rekamannya demo ini direkam di Lawless. Jadi kita biasa memang suka workshop, salah satunya tempat yang kita sering pakai di kantornya Lawless," lanjut Edy Khemod.
"Terus bener-bener hanya gitar akustik yang ditodong sama mikrofon aja langsung gitu. Jadi ini satu-satunya aset rekaman Ricky yang masuk ke dalam album. Akustiknya nggak di-take ulang, tapi kemudian kita aransemen untuk jadi format full band-lah," sambungnya.
Makna Filosofis di Balik Tajuk "Akar"
Pemilihan judul "Akar" pun memiliki makna filosofis yang mendalam bagi para personel Seringai. Edy Khemod pun mengungkapkan bahwa judul ini merupakan representasi dari kata "Roots" atau "Asal-Usul".Khemod pun mengatakan bahwa kepergian Ricky usai selesai manggung di Gekiko Fest 2025, Jepang dalam rangakaian tur di kawasan Asia terasa full circle.
"Kita sering manggung di panggung-panggung besar, tapi pada akhirnya kita selalu kembali ke panggung kecil atau kolektif. Bagi saya, kepergian Ricky terasa seperti full circle. Ia akhirnya kembali ke akarnya (roots). Itulah mengapa saya terpikir memberikan judul 'Akar'," ungkap Khemod.
Baca Juga :
Tarik Seluruh Lagu dari Spotify, Seringai: Kami Tidak Ingin Terafiliasi dengan Kebodohan
Seringai Bakal Rilis Album Demo IV: Anastasis
Kabar gembira lainnya juga datang bagi para Serigala Milita (sebutan fans Seringai). Sammy Bramantyo (bass) membocorkan bahwa Seringai berencana merilis materi-materi demo asli yang sempat direkam bersama Ricky sebelum keberangkatan tur "Wolfs of East Asia" di Taiwan dan Jepang beberapa waktu lalu.Rencananya, materi tersebut akan dirilis pasca-peluncuran IV: Anastasis dengan kondisi apa adanya.
"Lagu ini adalah instrumental, ditulis oleh Ricky kemudian diaransemen oleh Seringai. Jadi nanti rencananya Seringai itu pengen ngeluarin versi demo yang waktu itu udah kita rekam sebelumnya sebelum kita berangkat tur ke Taiwan-Jepang," ungkap Sammy.
"Jadi setelah album IV: Anastasis, rencananya demo-demo yang waktu itu kita rekam waktu masih sama Ricky, itu mau kita keluarkan 'as it is' gitu. Jadi kayak ada fals-nya, mungkin drum-nya masih salah, bass-nya masih fals, segala macem itu kita akan rilis itu nanti," tutup Sammy Bramantyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News