Ed Sheeran (Foto: Instagram/teddysphotos)
Ed Sheeran (Foto: Instagram/teddysphotos)

Tak Bayar Asuransi Mobil Klasik, Ed Sheeran Dikenai Denda

Rafi Alvirtyantoro • 05 Agustus 2026 10:39
Ringkasnya gini..
  • Ed Sheeran dijatuhi denda total Rp24,8 juta oleh pengadilan Inggris karena tidak mengasuransikan mobil klasik Aston Martin miliknya.
  • Pelanggaran terjadi saat mobil berada di bengkel untuk proses restorasi dan konversi menjadi kendaraan listrik sejak tahun 2021.
  • Ed Sheeran mengaku bersalah dan menyebut kasus ini sebagai kesalahpahaman administratif karena mobil tidak pernah dipakai di jalan raya.
Jakarta: Penyanyi Ed Sheeran dinyatakan bersalah dan dijatuhi sanksi denda akibat tidak mengasuransikan mobil klasik Aston Martin miliknya saat sedang direstorasi dan dikonversi menjadi kendaraan listrik.

Awal Mula Pelanggaran

Badan Perizinan Pengemudi dan Kendaraan Inggris (DVLA) diketahui menemukan bahwa Ed Sheeran belum membayar asuransi kendaraan selama proses restorasi berlangsung pada akhir tahun 2025.
 
Dalam surat yang disampaikan ke Pengadilan Magister Bradford pada Jumat, 31 Juli 2026, Ed Sheeran meyakini bahwa mobilnya sudah dilindungi oleh asuransi pihak bengkel. Apalagi, mobilnya tidak pernah digunakan di jalan raya selama lima tahun terakhir.

Rincian Sanksi dan Denda

Meski begitu, ia tetap mengaku bersalah atas dakwaan kepemilikan kendaraan bermotor yang tidak memenuhi standar asuransi yang berlaku. Atas pelanggaran ini, ia diwajibkan membayar denda sebesar £666 (Rp16 juta), biaya perkara £100 (Rp2,4 juta), serta biaya tambahan pemulihan korban sebesar £266 (Rp6,4 juta).
 
Jika ditotal, Ed Sheeran harus membayar £1.032 atau sekitar Rp24,8 juta atas pelanggaran tersebut.

Penjelasan dan Pembelaan Ed Sheeran

Proses hukum terhadap Ed Sheeran diajukan oleh DVLA dalam persidangan tertutup. Ia turut melampirkan surat penjelasan bersama pernyataan mengaku bersalah tersebut.

Dalam suratnya, Ed Sheeran menjelaskan bahwa sejak diserahkan pada tahun 2021, mobil tersebut sepenuhnya berada dalam pengawasan pihak bengkel yang berlokasi di Durham, Inggris, serta sama sekali tidak pernah melintas di jalan umum.
 
"Oleh karena itu, tidak ada risiko yang mengancam keselamatan publik akibat berkendara tanpa asuransi. Saya juga sama sekali tidak memegang ataupun menguasai kendaraan tersebut secara fisik,” tulis Ed Sheeran, dikutip dari BBC, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
 
“Bahkan, mobil itu dalam keadaan mogok dan tidak dapat beroperasi sejak 2021 hingga saat ini, karena masih menjalani proses restorasi dan konversi menjadi mobil listrik di bengkel," lanjutnya.
 
Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf karena telah menyita waktu dan sumber daya pihak pengadilan. Ed Sheeran membeberkan bahwa dirinya tidak pernah menerima surat penawaran penyelesaian denda di luar pengadilan dari DVLA—yang ia tegaskan akan langsung dibayar jika memang sampai ke tangannya.

Kesalahpahaman Administratif dan Prosedur Hukum

Ed Sheeran menyebut kejadian ini sebagai "murni kesalahpahaman administratif". Ia menambahkan bahwa status kendaraan tersebut telah resmi terdaftar sebagai mobil tak beroperasi melalui pemberitahuan SORN sejak 1 Februari 2026.
 
Mengingat perkara Ed Sheeran ditangani melalui sistem Single Justice Procedure, berkas kasusnya dapat dilimpahkan ke pengadilan magister mana pun di seluruh Inggris dan Wales berdasarkan basis data nasional, tanpa terikat lokasi terjadinya pelanggaran.
 
Ed Sheeran menjadi satu dari 1.451 orang di wilayah Inggris dan Wales yang terbukti bersalah atas pelanggaran tidak mengasuransikan kendaraan pada pekan lalu.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA