Rieka Roslan (Foto: Medcom/Basuki)
Rieka Roslan (Foto: Medcom/Basuki)

Rieka Roslan Soroti Royalti Musik, Akui Pendapatan Belum Mengalami Peningkatan

Basuki Rachmat • 22 September 2026 17:34
Ringkasnya gini..
  • Rieka Roslan mengaku belum merasakan kenaikan royalti meski WAMI telah menyalurkan Rp45 miliar.
  • Ia menyoroti belum adanya transparansi dan peningkatan signifikan pada laporan performing right.
  • Polemik royalti yang tak kunjung usai membuat Rieka sempat lelah hingga mengalami buntu kreatif saat menulis lagu.
Jakarta: Penyanyi sekaligus penulis lagu Rieka Roslan kembali menyoroti persoalan royalti dan hak cipta musik. Sorotan tersebut disampaikan setelah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Perkumpulan Wahana Musik Indonesia (WAMI) mengumumkan Distribusi Royalti Periode II Tahun 2026.

Dalam distribusi periode tersebut, penghitungan royalti digital dilakukan berdasarkan data penggunaan karya musik yang telah diverifikasi bersama oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan WAMI. WAMI menyebut telah menyalurkan royalti sebesar Rp45 miliar kepada lebih dari 7.000 pencipta lagu pada Agustus 2026.

Sementara itu, royalti yang berasal dari penggunaan musik pada layanan publik komersial non-digital masih dihimpun dan diverifikasi oleh LMKN sebelum disalurkan melalui masing-masing LMK.

Menanggapi distribusi tersebut, Rieka yang tergabung dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) mengaku belum merasakan adanya peningkatan berarti dalam pendapatan royalti yang diterimanya.

Padahal, persoalan besaran royalti bukan kali pertama disorot Rieka. Pada 2 Agustus 2025, pelantun "Khayalan" tersebut sempat memperlihatkan bukti transfer royalti dari WAMI senilai Rp128.447 melalui akun Instagram pribadinya.

Menurut Rieka, nominal yang diterimanya selama ini masih jauh dari harapan. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya untuk terus memperjuangkan persoalan hak pencipta lagu bersama AKSI.

"Kalau ditanyakan tentang, apakah pendapatan kami bertambah? Ya, belum sih," ungkap Rieka saat ditemui Medcom.id di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Selasa, 22 September 2026.
 


Royalti Digital dan Performing Right

Di tengah polemik tersebut, sejumlah nama musisi yang masuk dalam daftar penerima royalti tertinggi kembali menjadi perhatian. Nama-nama seperti Roby Satria dari Geisha, Eross Candra dari Sheila On 7, serta Daniel Baskara Putra atau Hindia dan .Feast tercatat sebagai bagian dari jajaran penerima royalti dengan nominal tinggi.

Rieka menilai angka besar yang diterima sejumlah musisi tersebut kemungkinan besar berasal dari royalti digital. Menurutnya, skema digital memiliki mekanisme distribusi yang berbeda, termasuk keterlibatan pihak penerbit musik atau publisher.

"Kalau ada temen-temen yang men-spill angkanya gede, saya yakin itu dari digital. Kalau digital kan banyak, itu publisher yang ngasih atau segala macem," lanjutnya.

Namun, Rieka mengatakan kondisi berbeda masih dirasakan dalam persoalan performing right. Ia menilai belum ada peningkatan signifikan dalam laporan royalti dari lagu-lagu yang dibawakan secara langsung oleh penyanyi atau musisi.

"Tapi kalau dari, laporan performing life-nya, saat lagu itu dibawakan oleh, penyanyi-penyanyi yang sudah angkanya di atas rata-rata, kayaknya belum ada peningkatan, masih segitu-segitu juga. Sekarang pun ada pergantian pengurusan WAMI baru, kami juga tidak tahu mereka siapa," tuturnya.

Rieka mengaku persoalan royalti yang terus dibahas justru sempat memengaruhi proses kreatifnya sebagai pencipta lagu. Ia merasa lelah memikirkan persoalan tersebut hingga kesulitan kembali fokus menulis dan berkarya.

"Jadi kenapa kita pasif sekarang, karena capek. Karena capek, kita jadi nggak bisa nulis lagu. Jadi saya sekarang lebih mikirin gimana caranya untuk bahagia," ujarnya.

Ia bahkan sempat mengungkapkan kegelisahannya kepada sesama musisi, termasuk Ahmad Dhani dan Piyu. Rieka mengatakan dirinya kini berusaha mengesampingkan persoalan tersebut agar dapat kembali menemukan fokus sebagai seorang seniman.

"Kalau saya sekarang mikirin tentang itu, saya ngomong ke Mas Dhani atau ke Piyu 'Kok aku jadi lembek ya? maksudnya jadi nggak bisa nulis malahan'. Jadi aku sekarang lagi mencoba fokus kembali ke track saya sebagai seniman saja," ungkap Rieka.
 

Rieka Khawatir Pencipta Lagu Berhenti Berkarya

Lebih jauh, Rieka menilai persoalan royalti bukan sekadar mengenai nominal yang diterima pencipta lagu. Menurutnya, persoalan tersebut dapat berdampak terhadap keberlangsungan industri musik apabila membuat para penulis lagu kehilangan semangat untuk berkarya.

Ia berharap pemerintah dapat melihat persoalan tersebut sebagai hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab, menurut Rieka, keberlangsungan musik Indonesia juga sangat bergantung pada pencipta lagu yang terus menghasilkan karya baru.

"Mudah-mudahan akhirnya negara bisa melihat bahwa penulis lagu udah mati suri. Bahayanya begitu penulis lagu mati suri, dia tidak bisa berkarya. Jadi dengan bijak akhirnya kita balikin ke track, kita berkarya lagi, tetep watching di dalamnya gitu," tutupnya penuh harap.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA