Kekhawatiran Jerome Polin
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Jerome Polin menilai bahwa kasus yang menimpa Nadiem Makarim dapat memicu ketakutan bagi sosok-sosok berkualitas dan berintegritas untuk terjun ke dunia pemerintahan.“Liat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung-ujungnya semua orang berkualitas dan berintegritas bakal takut masuk ke/bekerja sama dengan pemerintah,” tulis Jerome Polin, dikutip pada Kamis, 14 Mei 2026.
Menurutnya, jika ketakutan tersebut terus membayangi orang-orang kompeten, sektor pemerintahan dikhawatirkan hanya akan diisi oleh para pelaku tindak pidana korupsi.
“Akhirnya diisi oleh orang-orang yang korup. We are doomed, aren't we? (Kita sudah pasti celaka, bukan?)” lanjut Jerome.

Kasus Korupsi Chromebook
Nadiem Makarim terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk program digitalisasi pendidikan. Kejaksaan Agung telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus tersebut sejak September 2025.Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Nadiem dengan pidana pokok 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Selain itu, ia diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun subsider 9 tahun penjara.
Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pembelaan Nadiem Makarim
Nadiem Makarim mengaku kecewa atas tuntutan tersebut. Ia menilai JPU mengabaikan berbagai fakta yang telah diungkapkan selama proses persidangan.Menurut Nadiem, seluruh kesaksian dan bukti dokumentasi dari berbagai pihak seolah-olah dikesampingkan. Ia juga mempertanyakan fungsi peradilan jika tuntutan yang disusun hanya sekadar menyalin dari dakwaan awal.
Hingga akhir pernyataannya, Nadiem tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak melakukan tindak pidana korupsi. Ia menegaskan tidak ada satu pun bukti valid yang menunjukkan dirinya menggunakan uang negara dari proyek pengadaan Chromebook tersebut untuk kepentingan pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News