Kabar penutupan tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @menantea.toko pada Sabtu, 11 April 2026, bertepatan menjelang ulang tahun kelima jenama tersebut.
"Berat rasanya mengatakan ini. Namun, seperti yang sudah diinfokan, seluruh cabang Menantea akan resmi tutup operasional per tanggal 25 April 2026," tulis pihak Menantea.
Penutupan ini mengejutkan publik, mengingat Menantea sempat menjadi salah satu jenama minuman yang populer, serta latar belakang Jerome Polin yang dikenal memiliki pendidikan di bidang Matematika Terapan dari Waseda University, Jepang.
Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan
Menjawab rasa penasaran publik, Jerome sebelumnya sempat mengungkap penyebab utama kerugian tersebut saat menjadi bintang dalam sebuah siniar di kanal YouTube milik Cellos pada 6 Maret 2025.Ia mengaku terlalu mempercayakan pengelolaan keuangan kepada satu pihak, yang kemudian diketahui melakukan manipulasi data laporan keuangan.
"Karena dia ini laporan keuangannya selalu dari Excel, dari Excel kita ngecekin laporan keuangannya," ujar Jerome.
Kecurigaan Jerome pun muncul ketika data laporan tidak sesuai dengan kondisi saldo rekening perusahaan. Setelah melakukan pengecekan mutasi rekening, Jerome menemukan adanya ketidaksesuaian.
"Ketahuan, Excel itu bohong. Bisa di edit Excel kan. Kesalahan gua adalah, gua enggak ngecek mutasi," ucap Jerome.
Konten kreator berusia 27 tahun pun menyebut bahwa keuangan Menantea bahkan sempat menyentuh titik nol dan merugi hingga Rp38 miliar.
"Jadi duit yang dipindahin itu sekitar Rp38 miliar, ada beberapa yang dibalikin untuk bayar operasional. Total Rp5-6 miliar yang diambil. Ternyata duitnya itu dipakai buat nutupin lubangnya dia yang lain," lanjutnya.
Kembali Investasi dengan Dana Pribadi demi Operasional
Meski mengalami kerugian besar, Jerome mengaku sempat menggunakan dana pribadinya untuk mempertahankan operasional bisnis hingga masa kontrak dengan para mitra berakhir.Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para mitra usaha yang telah bekerja sama dengan Menantea.
"Gua invest lagi demi nyelamatin Menantea," kata Jerome.
Ia juga mengakui bahwa kesibukannya di berbagai proyek lain membuat dirinya tidak melakukan pengawasan menyeluruh terhadap kondisi internal bisnis.
"Saling percaya, bisnis kan saling percaya. Kalau enggak ya ngapain partneran, gua urus sendiri aja finance-nya. Tapi ya this person itu udah jago banget nilep duit sih menurut aku," tutup Jerome Polin.
Penutupan Menantea menjadi pelajaran penting bagi pelaku bisnis, khususnya dalam hal transparansi dan pengelolaan keuangan, sekaligus menandai berakhirnya perjalanan salah satu brand F&B yang sempat populer di kalangan anak muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News