Vokalis Massive Attack, Robert Del Naja saat aksi demo Palestine Action (Foto: akun official X band Kneecap @KNEECAPCEOL)
Vokalis Massive Attack, Robert Del Naja saat aksi demo Palestine Action (Foto: akun official X band Kneecap @KNEECAPCEOL)

Vokalis Massive Attack Ditangkap Polisi saat Aksi Bela Palestina

Basuki Rachmat • 14 April 2026 15:38
Ringkasnya gini..
  • Robert Del Naja, vokalis Massive Attack, ditangkap polisi saat ikut demo di Trafalgar Square karena diduga dukung Palestine Action.
  • Del Naja membawa poster “Menentang Genosida” dan dukung Palestine Action, lalu diamankan bersama ratusan demonstran dalam aksi protes London.
  • Meski sadar risiko karier dan visa tur, Del Naja tetap ikut aksi dan siap menghadapi proses hukum atas penangkapannya.
Jakarta: Robert Del Naja, vokalis band trip-hop asal Inggris, Massive Attack ditangkap aparat kepolisian saat mengikuti aksi demonstrasi di Trafalgar Square, London, Inggris pada Sabtu, 11 April 2026.
 
Melansir laporan dari The Guardian, Del Naja menjadi salah satu dari 500 demonstran yang diamankan dalam aksi tersebut. Ia diduga memberikan dukungan terhadap organisasi yang dinyatakan terlarang, Palestine Action.
 
Dalam aksi tersebut, pelantun hits "Teardrop" itu terlihat membawa poster bertuliskan penolakan terhadap genosida, sekaligus pernyataan dukungan terhadap Palestine Action.

"Saya Menentang Genosida, Saya Mendukung Palestine Action," tulis pesan yang dibawa Del Naja.
 
Atas aksi beraninya tersebut, vokalis berusia 61 tahun tersebut dihampiri aparat kepolisian dan dinyatakan berada dalam status penangkapan. Ia kemudian diamankan dan dibawa dari lokasi aksi, yang diiringi tepuk tangan serta sorakan dukungan dari para demonstran lainnya.
 
Sebelum ditangkap, Del Naja sendiri sempat memberikan pernyataan kepada awak media yang meliput aksi protes genosida tersebut. Vokalis 61 tahun itu pun mengaku menyadari penuh konsekuensi dari aksinya, termasuk potensi dampak terhadap karier musiknya bersama Massive Attack.
 
"Sebagai musisi, jelas ada banyak kekhawatiran mengenai bagaimana kami mungkin tidak bisa bepergian dan mendapatkan visa," ujar Del Naja.
 
Meski demikian, ia menilai tindakan aparat tidak masuk akal dan tetap memilih untuk menyuarakan sikapnya secara terbuka.
 
“Tapi saya pikir 'ini konyol' dan kemudian polisi berbalik arah untuk menangkap orang lagi, saya pikir itu bahkan lebih konyol. Jadi saya akan memegang papan tanda protes hari ini," tegasnya.
 
Del Naja juga menyebut aksi Palestine Action sebagai bentuk sikap patriotik, karena menurutnya kelompok tersebut berupaya mencegah keterlibatan negaranya dalam pelanggaran hukum internasional.
 
Ia pun menegaskan kesiapannya menghadapi proses hukum yang mungkin akan dijalani olehnya atas aksi demo tersebut.
 
"Jika saya ditangkap, saya merasa sangat yakin untuk berdiri di pengadilan dengan panduan yang tepat dan berkata 'ini adalah penangkapan yang melanggar hukum dan, oleh karena itu, saya tidak menerimanya'," tutup Del Naja.
 
Berdasarkan laporan terbaru media lokal Inggris per Senin, 13 April 2026, lebih dari 2.200 orang telah ditangkap terkait dugaan dukungan terhadap Palestine Action.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA