Jerome Polin Kritik Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar (Foto: Instagram/jeromepolin)
Jerome Polin Kritik Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar (Foto: Instagram/jeromepolin)

Jerome Polin Semprot Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar: Kalian Harus Minta Maaf!

Rafi Alvirtyantoro • 12 Mei 2026 17:47
Ringkasnya gini..
  • Kritik Jerome Polin terhadap juri LCC 4 Pilar MPR RI yang dinilai tidak objektif.
  • Pentingnya sportivitas dan peran pendidik dalam menjaga berpikir kritis siswa.
  • Permintaan maaf Wakil Ketua MPR RI atas polemik penilaian juri di Kalimantan Barat.
Jakarta: YouTuber Jerome Polin memberikan tanggapannya mengenai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang menuai kontroversi.
 
Dalam unggahan Instagram Story di akun pribadinya, Jerome Polin mengaku gemas dengan kasus lomba cerdas cermat yang sedang menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Ia merasa tidak suka dengan sikap juri dalam ajang tersebut.
 
“Lagi rame soal kasus cerdas cermat... Hadeehh jujur gregetan liatnya wkwkwk. Paling gak suka mentalitas: 'Juri pasti bener, keputusan gak bisa diganggu gugat’,” tulis Jerome Polin, dikutip dari akun Instagram @jeromepolin pada Selasa, 12 Mei 2026.

“Juri juga manusia, bukan Tuhan. Bisa salah kok. Apalagi ini di acara cerdas cermat yang soalnya EKSAK, jawabannya tuh PASTI, bukan subjektif,” lanjutnya.  

Pentingnya Ego Pendidik

Kemudian, ia menyinggung peran terpenting seorang pendidik. Menurutnya, hal ini berpengaruh terhadap cara berpikir para pelajar.
 
"Menurutku peran terpenting seorang pendididik adalah: BISA NURUNIN EGO BUAT NGAKU SALAH,” tulis Jerome Polin.
 
"Kalo ada murid yang ‘ngajak debat’ soal bener atau salah, ga boleh pake mentalitas ‘guru pasti bener’. Ini bakal matiin critical thinking dari anak-anak. Ujung-ujungnya kita semua nurut nurut aja, padahal belom tentu bener,” lanjutnya.
 
Jerome Polin menceritakan kembali masa sekolahnya saat gurunya memberikan contoh yang tepat ketika ada siswa yang merasa jawabannya benar, namun disalahkan.
 
"Dulu waktu lagi ujian di sekolah, kalo aku jawab bener tapi sama gurunya disalahin, aku bakal debatin. Aku bakal kasih bukti kenapa aku bener. Dan bersyukurnya dulu guru aku bukan tipe yang gak mau didebat. Akhirnya aku punya mentalitas kalo aku yakin bener, aku bakal fight for it,” tulisnya.  

Dukungan untuk Peserta

Dalam unggahan terakhirnya, Jerome memberikan pujian kepada siswa yang berani memberikan pembelaan atas jawaban yang disalahkan oleh pihak juri.
 
"Untuk adik yang udah berani speak up, kamu keren! Pokoknya harus berani fight untuk kebenaran,” tulisnya.
 
Sementara untuk juri dan pemandu acara tersebut, Jerome meminta mereka meminta maaf atas tindakan yang dilakukan kepada peserta lomba cerdas cermat itu.
 
"Untuk Juri (dan MC) yang udah salah tapi masih gaslighting meskipun pesertanya udah speak up, kalian harus minta maaf sih. SeIndonesia udah liat dan udah jelas banget yang salah siapa,” tulis Jerome.
Jerome Polin Semprot Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar: Kalian Harus Minta Maaf!
(Jerome Polin Semprot Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dok. Instagram/jeromepolin)
   

Polemik Penilaian Juri

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral dan menjadi sorotan publik karena adanya polemik penilaian juri yang dianggap tidak konsisten.
 
Polemik ini muncul ketika dua tim peserta, salah satunya SMAN 1 Pontianak, memberikan jawaban serupa untuk pertanyaan yang sama, namun juri memberikan penilaian berbeda. Pihak juri sempat berargumen bahwa artikulasi jawaban dari salah satu tim tidak jelas sehingga disalahkan, yang kemudian memicu protes dan perdebatan.
 
Keputusan juri yang dinilai tidak konsisten membuat warganet dan publik mempertanyakan kapasitas serta objektivitas dewan juri dalam memberikan penalti atau poin.
 
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, pun menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia berpendapat bahwa seharusnya juri bersikap objektif dan responsif terhadap keberatan yang diajukan peserta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA