Kesaksian Dua Perempuan di Hotel
Daily Mail mengungkap dokumen yang memuat kesaksian dari dua perempuan, Aldana Serrano dan Lucila Goitea. Pernyataan di bawah sumpah ini disampaikan terkait insiden tragis yang menimpa Liam Payne.Aldana dan Lucila mengaku dihubungi oleh mantan anggota One Direction tersebut untuk datang ke Hotel CasaSur Palermo, Jalan Costa Rica, Argentina, pada pagi hari sebelum kematiannya.
“Selama berada di sana, kami berhubungan intim atas dasar suka sama suka sebanyak satu kali, dan dia (Liam) menggunakan pengaman,” ungkap salah satu dari mereka, dikutip dari The Sun, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Perselisihan Pembayaran dan Aksi Perusakan
Namun, kedua perempuan tersebut mengatakan bahwa Liam Payne mulai frustrasi saat kesulitan membayar tarif yang telah disepakati sebesar £3.700 atau senilai Rp89 juta karena tidak membawa uang tunai.Akibatnya, Liam Payne diduga membanting jam tangan mewah senilai £30.000 (Rp726 juta) seraya berseru bahwa ia sanggup "membeli sepuluh buah lagi," sebelum akhirnya memukul layar televisi kamar hotel sebanyak tiga kali.
“Kami menegaskan hanya menginginkan uang tunai. Dia (Liam Payne) lalu mengambil jam itu dan membantingnya. Dia bilang dia tidak peduli soal uang,” ujar salah satu saksi.
“Setelah itu dia merusak TV dengan meninjunya. Dia seolah ingin menunjukkan bahwa dia bisa merusak apa saja karena dia mampu membiayai ganti ruginya,” lanjutnya.
Perubahan Sikap dan Permintaan Maaf
Setelah emosinya mereda, ia dikabarkan berlutut dan memohon agar kedua perempuan tersebut tidak pergi. Liam Payne pun berujar bahwa "uang tidak mampu membuatnya bahagia."Aldana dan Lucila menambahkan bahwa Liam sempat menyanyikan lagu-lagunya sendiri untuk mereka dalam kondisi mabuk, sebelum akhirnya meminta disediakannya kokain.
“Dia (Liam) meminta maaf karena telah membuat kami tidak nyaman,” tutur salah satu saksi.
Sementara itu, Aldana dan Lucila menjelaskan bahwa keduanya dihubungi Liam melalui WhatsApp setelah penyanyi itu menemukan profil salah satu dari mereka di internet.
Aldana dan Lucila baru mengetahui kabar kematian Liam setelah tiba di rumah dan melihat media sosial, sebelum akhirnya polisi datang pada malam harinya untuk mengambil keterangan di bawah sumpah.
Hingga kini, tidak diketahui pasti apakah mereka pernah menerima pembayaran yang dijanjikan tersebut.
Hasil Uji Toksikologi dan Proses Hukum
Liam Payne diketahui tewas setelah terjatuh dari balkon kamar lantai tiga tempatnya menginap di hotel tersebut pada 16 Oktober 2024. Hasil uji toksikologi usai kematian menunjukkan bahwa saat terjatuh, terdapat kandungan kokain, alkohol, serta obat penenang dosis tinggi Klonopin di dalam tubuhnya.Seorang karyawan hotel, Ezequiel Pereyra, dan pelayan bernama Braian Paiz telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemasokan zat terlarang tersebut dan kini tengah menanti persidangan.
Setelah sempat mendekam di penjara selama beberapa bulan, keduanya dibebaskan dengan jaminan dan membantah seluruh tuduhan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda