Konser Orchestra Experience (Foto: Instagram/orchestra__experience.id)
Konser Orchestra Experience (Foto: Instagram/orchestra__experience.id)

Konser Orchestra Experience BSD Batal Mendadak, Korban Polisikan Penyelenggara

Rafi Alvirtyantoro • 05 Oktober 2026 16:28
Ringkasnya gini..
  • Penyelenggara konser Orchestra Experience dilaporkan ke Polres Tangsel atas dugaan penipuan tiket.
  • Acara dibatalkan sepihak secara mendadak jelang konser tanpa penjelasan langsung dari panitia.
  • Korban mendesak kepolisian mengusut kasus dan meminta kepastian pengembalian dana tiket.
Jakarta: Pihak penyelenggara Orchestra Experience resmi dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan oleh perwakilan penonton.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, seorang penonton bernama Muzayana Muza menyatakan bahwa dirinya merupakan salah satu korban dugaan penipuan acara tersebut.

“Hari ini aku bersama semua yang ada di sini adalah termasuk salah satu korban scam dari Orchestra Experience,” ujar Muzayana Muza dalam video yang diunggahnya pada Minggu, 4 Oktober 2026.
 

Pembatalan Sepihak Tanpa Kejelasan


Menurut Muzayana, acara tersebut dibatalkan secara sepihak hanya satu jam sebelum dimulai. Pembatalan dilakukan tanpa konfirmasi sebelumnya maupun kejelasan proses pengembalian dana tiket yang telah dibeli oleh para penonton.

“Jadi dibatalkan H-1 jam, sepihak, tanpa konfirmasi, dan tidak ada kejelasan kepastian hukum buat semuanya, mau di-refund atau apa. Dan kami juga semuanya tidak tahu. Sampai detik ini pun penyelenggara tidak klarifikasi dan turun langsung,” ucap Muzayana Muza.

Tak lama setelah insiden tersebut, pihak penyelenggara mengumumkan bahwa Orchestra Experience yang sejatinya digelar di The Entrance Convention Hall, Q-BIG BSD City (Upper Ground), Tangerang Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026, harus ditunda akibat kendala teknis.

Pihak penyelenggara juga menyediakan opsi pengembalian dana bagi penonton melalui kontak yang dibagikan via unggahan Instagram Story di akun resmi mereka.  

Pelaporan Resmi ke Kepolisian


Kendati demikian, Muzayana Muza bersama kedua rekannya tetap menyambangi Polres Metro Tangerang Selatan untuk membuat laporan resmi. Mereka bertindak sebagai perwakilan dari para korban dugaan penipuan Orchestra Experience.

“Berdasarkan kesepakatan forum. Menjadi perwakilan untuk membuka laporan di @polrestangerangselatan yuk bisa gercep ya,” tulis keterangan pada video yang diunggah Muzayana.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas proses penanganan laporan yang berjalan lancar hingga pukul 01.50 WIB pada 5 Oktober 2026.

“Ceritanya hari ini mulai dari yang stand on cantik sampai berantakan, kita selesai di jam 01.50. Thank you buat Polres Tangerang sudah gercep dan mau memfasilitasi semuanya.

Pihak korban kini menunggu hasil proses penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.

“Mungkin ke depannya kita bakal nunggu proses penyelidikan dari kepolisian, dari semua pihak juga. Dan terima kasih penanganannya sangat baik ya,” lanjutnya.

Laporan tersebut resmi terdaftar dengan nomor LP/B/3164/X/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA