Kanye West (Foto: Instagram/kanyewestlover911)
Kanye West (Foto: Instagram/kanyewestlover911)

Kanye West Terbebas dari Gugatan Pelecehan Seksual Mantan Asisten

Elang Riki Yanuar • 31 Juli 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • Kanye West dan mantan asistennya, Lauren Pisciotta, sepakat berdamai dan mengakhiri sengketa hukum terkait gugatan yang diajukan sejak 2024.
  • Kasus gugatan pelecehan seksual terhadap Kanye West berakhir damai, tetapi isi dan nilai kesepakatannya tidak diungkap ke publik.
  • Di tengah penyelesaian kasus hukum, Kanye West tetap dijadwalkan menggelar konser di Jakarta pada Oktober 2026.
Jakarta: Kanye West dikabarkan telah mencapai penyelesaian hukum dengan mantan asistennya, Lauren Pisciotta, yang sebelumnya menggugat sang rapper atas sejumlah tuduhan tindak pidana.
 
Lauren pertama kali mengajukan gugatan pada Juni 2024. Ia diketahui bekerja sebagai asisten pribadi mantan suami Kim Kardashian itu selama periode 2021 hingga 2023. Dalam gugatan awalnya, Lauren menuduh Kanye melakukan pelecehan seksual, melanggar kontrak kerja, serta memecatnya secara tidak sah.
 
Di sisi lain, tim kuasa hukum Kanye sejak awal membantah seluruh tuduhan tersebut. Mereka menyebut gugatan itu tidak berdasar dan merupakan upaya pemerasan. 

Menurut pernyataan yang disampaikan pihak Kanye kepada Rolling Stone, Lauren dipecat karena dianggap tidak memenuhi kualifikasi dan disebut meminta bayaran yang tidak masuk akal, termasuk gaji tahunan sebesar US$4 juta atau setara Rp72 miliar.
 
Mereka juga mengklaim memiliki sejumlah dokumentasi yang menunjukkan perilaku Lauren yang dinilai tidak pantas selama bekerja. Hal tersebut digunakan sebagai alasan pemecatannya.
   

Gugatan Diperbarui dengan Tuduhan yang Lebih Berat

Setahun setelah gugatan pertama diajukan, Lauren kembali memperbarui dokumen hukumnya dengan sederet tuduhan baru. Ia menuding pelantun “Heartless” itu melakukan penguntitan, kekerasan seksual, perdagangan seks, hingga penyekapan.
 
Berdasarkan dokumen pengadilan yang dikutip Page Six, Lauren mengaku Kanye kerap melontarkan komentar vulgar mengenai tubuhnya, memintanya mengenakan pakaian ketat, hingga beberapa kali meraba tubuhnya tanpa persetujuan.
 
Tak hanya itu, Lauren juga menuduh Kanye memaksanya menyaksikan aktivitas seksual sang rapper dengan perempuan lain. 
 
Ia mengklaim Kanye beberapa kali mengirim foto-foto eksplisit, meminta dirinya melakukan hal serupa, serta berulang kali mengajaknya terlibat dalam aktivitas seksual yang selalu ia tolak.
 
Dalam gugatan yang diperbarui itu, Lauren turut menuduh Kanye pernah berusaha melakukan penetrasi menggunakan jarinya dan melakukan pemerkosaan oral tanpa persetujuannya.
 
Empat bulan kemudian, Lauren kembali menambahkan tuduhan baru. Ia mengklaim pernah dibius dan mengalami pelecehan seksual saat menghadiri sebuah sesi rekaman di studio milik Sean Combs atau yang dikenal sebagai P Diddy.
 
Meski demikian, tim kuasa hukum Kanye terus membantah seluruh tuduhan tersebut.  

Kasus Berakhir dengan Damai

Kini, berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh USA Today, Kanye dan Lauren telah mencapai kesepakatan hukum untuk mengakhiri sengketa tersebut.
 
Kesepakatan itu disebut dicapai pada 23 Juli 2026. Namun, isi maupun nilai penyelesaiannya tidak diungkap ke publik. Lauren diwajibkan mengajukan permohonan pencabutan gugatan dalam waktu 45 hari.
 
Pengacara Lauren, Arick Fudali, hanya memberikan pernyataan singkat kepada USA Today bahwa perkara tersebut telah diselesaikan. Namun, perwakilan Kanye West belum memberikan komentar resmi terkait penyelesaian kasus tersebut.

Kontroversi Kanye Belum Berakhir

Kasus hukum ini menambah panjang daftar kontroversi yang membayangi Kanye West dalam beberapa tahun terakhir. 
 
Pada 2022, ia menuai kecaman setelah mengunggah serangkaian pernyataan antisemit di media sosial. Akibatnya, akun Instagram dan X miliknya sempat dibatasi, sementara kerja samanya dengan sejumlah merek besar seperti Adidas dan Balenciaga berakhir.
 
Memasuki awal 2025, Kanye sempat mencabut permintaan maafnya kepada komunitas Yahudi dan kembali membuat pernyataan kontroversial di X. Namun, beberapa waktu kemudian ia mengaku telah merenungkan kembali ucapannya dan menyatakan dirinya tidak lagi berpandangan seperti itu.
 
Pada Januari 2026, Kanye menerbitkan iklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal yang berisi permintaan maaf atas komentar antisemit maupun pernyataan ofensif lainnya. 
 
Dalam surat tersebut, ia mengaitkan perilakunya dengan masalah kesehatan mental dan menyatakan berkomitmen menjalani pengobatan serta bertanggung jawab atas tindakannya.
 
Album terbarunya, Bully, dirilis pada Maret 2026 setelah lebih dulu diperkenalkan melalui siaran langsung di YouTube.
   

Panggung Musik yang Dibatalkan Sejumlah Negara

Sementara itu, kembalinya Kanye ke panggung musik juga terus diwarnai kontroversi. Penampilannya di Wireless Festival 2026 dibatalkan setelah pemerintah Inggris melarangnya memasuki negara tersebut. 
 
Sejumlah konser di Polandia dan Swiss juga dibatalkan karena gelombang protes, sedangkan jadwal di Prancis ditunda dan konser di Italia dibatalkan akibat alasan keamanan.
 
Meski begitu, Kanye dijadwalkan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 24 Oktober 2026. Penjualan tiket konser telah dibuka mulai Rabu, 29 Juli 2026, pukul 10.00 WIB.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA