Israel Houghton (Foto: instagram)
Israel Houghton (Foto: instagram)

Pemerintah Tolak Konser Israel Houghton di Jakarta, Ini Alasannya

Elang Riki Yanuar • 05 Oktober 2026 22:20
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menolak izin konser Israel Houghton di Jakarta karena khawatir pertunjukan digunakan sebagai kampanye dukungan terhadap Israel.
  • Yusril menyebut keamanan dalam negeri dan sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina menjadi pertimbangan penolakan konser Israel Houghton.
  • Seruan boikot konser Israel Houghton sempat ramai di media sosial sebelum pemerintah menegaskan tidak akan memberikan izin pertunjukan dan visa.
Jakarta: Pemerintah Indonesia tidak mengizinkan Israel Houghton menggelar konser di Jakarta. Salah satu alasannya karena potensi penggunaan konser sebagai sarana kampanye dukungan terhadap Israel.

Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa keputusan penolakan tidak berkaitan dengan agama maupun nama Israel Houghton. Pemerintah mempertimbangkan dugaan adanya pesan politik yang dapat disampaikan dalam pertunjukan.

"Tentu pemerintah tidak mempersoalkan agama yang bersangkutan atau nama yang bersangkutan yang ada 'Israel' di depannya. Tapi yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai dimanfaatkan untuk melakukan satu kampanye politik untuk mendukung Israel," kata Yusril dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Yusril menyebut dugaan tersebut berkaitan dengan penampilan Israel Houghton di sejumlah negara. Pemerintah mendapat informasi bahwa musisi gospel itu pernah menyampaikan pernyataan dukungan kepada Israel di sela-sela pertunjukan.

"Jadi memang ditengarai dari beberapa show yang dilakukan di beberapa tempat di luar negeri, di sela-sela pertunjukan musik dan lagu itu, artis tersebut menyampaikan satu statement yang antara lain mengatakan 'I stand with Israel'. Dan ini ucapan yang cukup sensitif ya," kata Yusril.

Menurut Yusril, penggunaan konser untuk menyampaikan pesan politik dinilai tidak sejalan dengan sikap Indonesia terhadap isu Palestina. Indonesia, kata dia, tetap mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.
 

"Dan kita menganggap hal seperti itu tidak sejalan dengan politik luar negeri kita, dan juga tidak sejalan dengan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya," kata dia.

Selain kebijakan luar negeri, aspek keamanan dalam negeri turut menjadi pertimbangan pemerintah. Yusril menyebut faktor tersebut sebagai salah satu alasan penting di balik keputusan tidak memberikan izin.

"Lain daripada itu, persoalan yang paling mendasar adalah pertimbangan masalah keamanan di dalam negeri," imbuhnya.

Yusril menegaskan pemerintah tidak melarang pertunjukan musik ataupun mempersoalkan agama seorang musisi. Namun, kegiatan tersebut tidak boleh menjadi sarana untuk menyampaikan kepentingan politik yang dinilai bertentangan dengan kebijakan Indonesia.

"Kita tidak melarang pertunjukan musik, tidak mempersoalkan agama seseorang. Akan tetapi, jika memang ada motif politik untuk memberikan dukungan seperti itu dan merugikan perjuangan rakyat Palestina, maka hal itu tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri kita, dan juga tidak sejalan dengan pikiran, aspirasi dari masyarakat kita sendiri," kata Yusril.

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengantisipasi pengajuan visa Israel Houghton. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari keputusan pemerintah terhadap rencana pertunjukan di Indonesia.

"Walaupun mereka mengatakan bahwa mereka menghormati semua agama, tapi jangan sampai ini dijadikan salah satu wahana untuk memperjuangkan kepentingan politik dan memberikan dukungan politik kepada Israel," lanjutnya.   

Seruan Boikot Konser Israel Houghton


Sebelum adanya penolakan dari pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia, isu boikot konser Israel Houghton memang mencuat di media sosial. Banyak warganet mengecam rencana kedatangan Israel bersama band miliknya ke Jakarta. 

Seruan boikot yang diserukan netizen Indonesia menyoroti penggunaan simbol-simbol yang memiliki akar dalam tradisi Yahudi dalam aktivitas musik dan pelayanan Israel Houghton serta grupnya.

Merekan juga penggunaan simbol seperti Bintang Daud dalam konteks tersebut dapat berkontribusi pada normalisasi narasi budaya dan legitimasi keagamaan terhadap Israel. Penilaian itu kemudian menjadi bagian dari alasan netizen untuk meminta konser Israel Houghton di Jakarta dibatalkan.

Setelah ramai seruan boikot, poster dan flyer promosi tur yang sebelumnya sempat diunggah oleh akun @cahamusicfestival dilaporkan telah dihapus. 
 

Profil Israel Houghton


Israel Houghton merupakan penyanyi, penulis lagu, produser, dan worship leader asal Amerika Serikat yang dikenal luas lewat musik gospel dan contemporary Christian music. Dia merupakan pendiri sekaligus pemimpin grup Israel & New Breed yang dibentuk pada 1995.

Karier Houghton telah berlangsung lebih dari dua dekade. Musiknya dikenal memadukan gospel dengan jazz, rock, R&B, pop, serta unsur Latin. Sejumlah lagu yang populer antara lain Friend of God, You Are Good, dan Jesus at the Center.

Dari sisi penghargaan, Houghton tercatat sebagai peraih delapan Grammy Awards dengan 19 nominasi. Bersama Israel & New Breed, dia juga meraih Grammy untuk album seperti A Deeper Level, Love God. Love People., dan Covered: Alive in Asia.

Pada Grammy 2026, Israel & New Breed kembali meraih penghargaan Best Contemporary Christian Music Album melalui Coritos Vol. 1.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA