Israel Houghton (Foto: instagram)
Israel Houghton (Foto: instagram)

MUI Minta Konser Israel Houghton di Jakarta Diboikot Jika Bawa Agenda Pro-Israel

Elang Riki Yanuar • 05 Oktober 2026 19:10
Ringkasnya gini..
  • MUI meminta konser Israel Houghton diboikot jika terbukti membawa agenda dukungan terhadap Israel dan Christian Zionism.
  • MUI mendesak penyelenggara konser Israel Houghton membuka informasi terkait tujuan, pihak terlibat, dan kemungkinan hubungan dengan agenda pro-Israel.
  • MUI mendorong aparat memantau konser Israel Houghton agar tidak menjadi sarana propaganda zionisme atau memicu konflik antarumat beragama.
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat memboikot konser Israel Houghton bertajuk "TILL THE WHOLE World Knows" apabila kegiatan tersebut terbukti membawa atau menyebarkan agenda dukungan terhadap Israel dan Christian Zionism.

Konser yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24 Oktober 2026 itu menjadi perhatian MUI setelah muncul informasi mengenai dugaan keterkaitan acara dengan agenda dukungan terhadap Israel. MUI meminta penyelenggara memberikan klarifikasi terbuka mengenai tujuan dan latar belakang kegiatan tersebut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan jika informasi yang jelas diperlukan agar dugaan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

"Apabila benar bahwa konser tersebut membawa, mempromosikan, atau menjadi bagian dari agenda dukungan terhadap Israel, maka hal tersebut patut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia," ujar Sudarnoto dalam laman resmi MUI. 

Menurut Sudarnoto, dugaan mengenai adanya agenda propaganda zionis dalam konser Israel perlu ditelusuri secara serius. Klarifikasi dari penyelenggara dinilai penting untuk memastikan konser tersebut tidak menjadi sarana penyebaran propaganda atau agenda politik tertentu.
 
MUI meminta panitia menjelaskan secara rinci pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konser Israel Houghton tersebut. Informasi mengenai tujuan acara, bentuk kerja sama, serta kemungkinan hubungan dengan organisasi, jaringan, kampanye, atau agenda politik yang mendukung Israel juga dinilai perlu dibuka kepada publik.

"Siapa penyelenggaranya, siapa yang terlibat, apa tujuan kegiatan, siapa artis yang tampil, bagaimana bentuk kerja sama yang dilakukan, serta apakah terdapat keterkaitan dengan organisasi, jaringan, kampanye, atau agenda politik yang mendukung Israel?" terangnya.

Sudarnoto menegaskan, posisi Indonesia dalam isu Palestina menjadi alasan penting mengapa dugaan dukungan terhadap Israel melalui kegiatan publik harus diperiksa secara serius. Indonesia memiliki sikap politik luar negeri yang mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan sebagaimana yang dilakukan Israel.

Dia juga mengingatkan agar isu zionisme tidak berkembang menjadi konflik antarumat beragama. Menurutnya, persoalan tersebut harus disikapi secara hati-hati agar tidak memunculkan kesalahpahaman dan mengganggu keharmonisan masyarakat.

"Persoalan tersebut dapat berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas dan berpotensi mengganggu hubungan antarumat beragama. Berhati-hatilah, jangan sampai ada upaya dari pihak mana pun yang berusaha membenturkan agama-agama dengan cara apa pun," tegasnya. 

MUI juga mendorong Polri dan aparat terkait melakukan pemantauan terhadap rencana konser tersebut. Langkah itu, menurut Sudarnoto, bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi maupun kegiatan keagamaan, melainkan memastikan acara publik tidak digunakan sebagai sarana propaganda zionisme.

Pemantauan juga diperlukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta konflik sosial dan antarumat beragama. MUI menilai tindakan pemerintah harus didasarkan pada hasil verifikasi terhadap fakta yang sebenarnya.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan konser tersebut memang menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan dukungan atau legitimasi kepada Israel, Sudarnoto meminta pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk tidak memberikan izin atau menghentikan penyelenggaraannya.

Namun, Sudarnoto mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dia meminta isu tersebut ditempatkan dalam konteks kemanusiaan, keadilan, penolakan terhadap penjajahan, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

MUI kemudian menyerukan aksi boikot apabila dugaan dukungan terhadap Israel dalam konser tersebut terbukti. Menurut Sudarnoto, boikot dapat dilakukan secara damai dan konstitusional sebagai bentuk sikap masyarakat.

"Jika benar konser tersebut membawa agenda dukungan terhadap Israel, maka saya menyerukan kepada masyarakat untuk melakukan aksi boikot secara damai dan konstitusional terhadap konser tersebut, dan bahkan terhadap semua upaya normalisasi hubungan diplomatik Israel-Indonesia yang dilakukan oleh siapa pun," tegasnya.  

Ramai Seruan Boikot Konser Israel Houghton

Isu boikot konser kedatangan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton memang mencuat di media sosial. Banyak warganet mengecam rencana kedatangan Israel bersama band miliknya ke Jakarta. 

Setelah ramai seruan boikot, netizen akun @oi_filystin menyoroti adanya kejanggalan berupa perubahan informasi acara, mulai dari pergeseran jadwal penyelenggaraan yang mulanya tertanggal 15 Oktober menjadi 24 Oktober 2026 beserta perubahan lokasinya.

Selain itu, poster atau flyer promosi tur yang sebelumnya sempat diunggah oleh akun @cahamusicfestival dilaporkan telah dihapus setelah gerakan seruan boikot ini viral.

 
images


Siapa Israel Houghton?

Israel Houghton merupakan penyanyi, penulis lagu, produser, dan worship leader asal Amerika Serikat yang dikenal luas lewat musik gospel dan contemporary Christian music. Dia merupakan pendiri sekaligus pemimpin grup Israel & New Breed yang dibentuk pada 1995.

Karier Houghton telah berlangsung lebih dari dua dekade. Musiknya dikenal memadukan gospel dengan jazz, rock, R&B, pop, serta unsur Latin. Sejumlah lagu yang populer antara lain Friend of God, You Are Good, dan Jesus at the Center.

Dari sisi penghargaan, Houghton tercatat sebagai peraih delapan Grammy Awards dengan 19 nominasi. Bersama Israel & New Breed, dia juga meraih Grammy untuk album seperti A Deeper Level, Love God. Love People., dan Covered: Alive in Asia.

Pada Grammy 2026, Israel & New Breed kembali meraih penghargaan Best Contemporary Christian Music Album melalui Coritos Vol. 1.
 










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA