Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa kedua acara tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan bagi provinsi yang dipimpinnya.
"Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar," kata Pramono Anung, dikutip dari Metrotvnews.com, pada Senin, 28 September 2026.
Apresiasi Internasional dan Status Kota Global
Menurutnya, pertunjukan tersebut mendapat perhatian dari kancah internasional. Ia pun menyebut Jakarta kini kian mengukuhkan diri sebagai kota global.
"Ketika kemarin di New York saya juga bertemu dengan Dekan New York University, mereka memberikan apresiasi karena sekarang ini sebagai kota global," ucap Pramono Anung.
"Jakarta juga menjadi tempat tampilnya, performanya band-band atau seniman-seniman besar," lanjutnya.
Pramono menilai bahwa Jakarta telah berhasil memosisikan diri dan meraih kepercayaan penuh dari publik internasional melalui gelaran berskala internasional.
Daya Tarik Musisi Papan Atas Dunia
Ia menjelaskan bahwa daya tarik Jakarta akan semakin kuat dengan hadirnya musisi papan atas kelas dunia, termasuk rencana konser Ye dan Westlife.
"Termasuk Westlife tanggal 23 Januari mainnya hanya di Jakarta. Termasuk Ye mainnya di Asia Tenggara, di Australasia (kawasan geografis di Oseania) itu juga hanya di Jakarta. Sehingga dengan demikian ini membuat Jakarta lebih colorful,” jelas Pramono.
Rangkaian Acara Musik Akhir September
Sebelumnya, The Weeknd telah sukses menggelar konser di Jakarta selama dua hari, yakni pada 26–27 September 2026. Konser ini diselenggarakan di Jakarta International Stadium (JIS).
Pada pekan yang sama, festival musik Pestapora 2026 juga telah terselenggara di Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 25–27 September 2026.