Dalam wawancara dengan Medcom.id, The Panturas membagikan rasa nasionalisme yang ada di dalam diri para anggotanya selama manggung di luar negeri. Sang vokalis, Acin, mengaku masih memiliki rasa cinta terhadap Indonesia mengingat negara ini adalah tempat ia lahir dan dibesarkan.
“Sebagai orang yang lahir dan besar di sini mah tetap cinta ya. Di negara mana lagi yang ngerokoknya masih bebas?” jawab Acin.
Sang pemain bas, Gogon, mengatakan bahwa dirinya tidak menentang gagasan nasionalisme. Rasa cintanya terhadap Indonesia pun membuatnya lebih sadar akan kondisi tanah kelahirannya.
“Indonesia doang ngerokoknya di mana-mana. Kita tidak antinasionalis. Kita juga enggak tutup mata kalau Indonesia lagi enggak baik-baik aja,” kata Gogon.
Menurutnya, hubungannya dengan Indonesia dapat diibaratkan sebagai sebuah love-hate relationship. Ia pun tetap memberikan dukungan untuk negara yang kini sedang merayakan Hari Kemerdekaan ke-81 tersebut.
“Ke Indonesia tuh, buat gue pribadi dan mungkin anak-anak juga, benar-benar love-hate relationship sih. Kalau kita enggak sayang sama Indonesia, timnas main gue enggak bakal nonton. Terus pas 17-an di rumah gue dipasang bendera Indonesia,” ucap Gogon.
Ia menegaskan kembali bahwa The Panturas tidak memiliki sikap antinasionalisme, tetapi ia mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap situasi saat ini.
“Kita enggak antinasionalisme, cuma memang kita sebagai warga Indonesia juga enggak boleh tutup mata melihat kondisi Indonesia yang kayak hari ini,” tutur Gogon.
Harapan untuk Masa Depan Bangsa
Oleh karena itu, The Panturas berharap Indonesia bisa 'cepat sembuh' dari kondisi saat ini untuk menjadi negara yang lebih baik dalam perayaan hari kemerdekaan ke-81.“Harapannya adalah GWS aja deh, get well soon Indonesia. Karena memang lagi meriang, negara kita lagi meriang. Jadi cepat sembuh aja,” ujar Gogon.
Acin juga ingin Indonesia menjadi negara yang nyaman untuk tempat tinggal masyarakatnya.
“Intinya makin nyaman ditinggali dan tidak bikin was-was buat masa depan,” tuturnya.
Sang drummer, Kuya, turut menyampaikan harapannya untuk Indonesia yang telah mencapai usia 81 tahun kemerdekaan.
“Jadi tempat yang aman dan nyaman untuk semuanya, termasuk anak cucu kita,” pungkas Kuya.
Selain membagikan status hubungan dan pandangan mereka tentang Indonesia, The Panturas juga menceritakan pengalaman serta makna membawa nama bangsa di kancah internasional—mulai dari momen membanggakan saat tampil di panggung Fuji Rock Jepang hingga cerita napak tilas tur di Amerika Serikat.
Simak selengkapnya dalam wawancara eksklusif The Panturas bersama Medcom.id.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda