Xtreme Impact 2026 (Foto: instagram)
Xtreme Impact 2026 (Foto: instagram)

Andy F. Noya Puji Keberanian Anak Muda Berenang demi Donasi Perempuan Pesisir

Elang Riki Yanuar • 28 Oktober 2026 22:35
Ringkasnya gini..
  • Andy F. Noya memuji keberanian 19 perenang yang menggalang donasi untuk membantu perempuan nelayan di Demak menghadapi dampak perubahan iklim.
  • Xtreme Impact 2026 menargetkan donasi Rp1 miliar untuk membangun jalan apung, menyediakan air bersih, dan mendukung usaha perempuan nelayan Timbulsloko.
  • Perempuan nelayan Timbulsloko berjuang mempertahankan ekonomi keluarga di tengah abrasi dan banjir rob yang menghilangkan lahan serta akses darat.
Jakarta: Jurnalis senior Andy F. Noya mengapresiasi keberanian anak-anak muda yang menginisiasi aksi renang ekstrem untuk menggalang donasi bagi perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Melalui Xtreme Impact 2026, para perenang tidak hanya menantang kemampuan fisik, tetapi juga mengajak masyarakat membantu warga pesisir yang kehilangan ruang hidup akibat abrasi dan banjir rob.

Sebanyak 19 perenang amatir dari berbagai latar belakang akan menyeberangi Selat Madura dari Madura menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II Surabaya pada 1 November 2026. Aksi ini menjadi bagian dari gerakan sosial yang menggabungkan tantangan olahraga, kepedulian terhadap lingkungan, dan penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak krisis iklim.

Andy yang juga pendiri BenihBaik.com menilai aksi tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Menurutnya, keberanian anak-anak muda untuk menghadapi tantangan ekstrem demi membantu orang lain merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.

Andy mengingatkan bahwa persoalan abrasi dan perubahan iklim bukan sekadar angka dalam laporan atau pembahasan lingkungan. Bagi masyarakat Desa Timbulsloko, dampak perubahan iklim sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memengaruhi tempat tinggal, akses transportasi, hingga sumber penghasilan keluarga.

"Ketika membaca angka statistik abrasi atau perubahan iklim, kita kerap merasa itu jauh. Namun bagi warga Timbulsloko, itu adalah kenyataan pahit harian. Di balik tantangan renang ekstrem ini, ada nilai kemanusiaan yang sangat menyentuh," ujar Andy.

Ia juga menegaskan bahwa perempuan nelayan di Timbulsloko bukan sekadar kelompok yang membutuhkan bantuan. Mereka merupakan sosok tangguh yang terus berjuang mempertahankan kehidupan dan ekonomi keluarga di tengah kondisi lingkungan yang semakin sulit.
"Perempuan nelayan di sana tidak meminta belas kasihan; mereka adalah sosok-sosok tangguh yang membutuhkan fasilitas dan dukungan nyata agar bisa berdiri di atas kaki sendiri. Tugas kita adalah memastikan perjuangan mereka tidak berlangsung sendirian," lanjutnya.

Melalui Xtreme Impact 2026, penyelenggara bersama BenihBaik.com dan Bandar Djakarta Group menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat pesisir, mulai dari pembangunan infrastruktur adaptif hingga penguatan ekonomi perempuan nelayan.

Salah satu program yang direncanakan adalah pembangunan jalan dan jembatan apung untuk membantu mobilitas warga, termasuk anak-anak yang membutuhkan akses menuju sekolah. Selain itu, donasi akan mendukung penyediaan fasilitas air bersih dan pembangunan Omah Iwak, rumah produksi pengolahan hasil laut yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi kelompok perempuan nelayan Puspita Bahari.

Penggagas Xtreme Impact, Arto Biantoro, menjelaskan bahwa aksi renang lintas Selat Madura dipilih sebagai cara untuk menghubungkan tantangan pribadi dengan kepentingan sosial yang lebih luas. Ia berharap keberanian para perenang dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk berkontribusi membantu masyarakat yang menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal.

"Kami tidak berenang untuk memecahkan rekor personal. Kami berenang untuk mengubah kehidupan. Berenang menyeberangi Selat Madura hanyalah medium; tujuan sebenarnya adalah membangun jembatan harapan bagi saudara-saudara kita yang kehilangan daratan di Timbulsloko," kata Arto.

Perwakilan Bandar Djakarta, Wendy Santoso, mengatakan bahwa kepedulian terhadap perempuan nelayan memiliki hubungan erat dengan aktivitas usaha mereka yang bergantung pada hasil laut. Karena itu, pihaknya memandang aksi tersebut sebagai upaya bersama untuk membantu masyarakat pesisir mempertahankan kehidupan dan mata pencaharian.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perempuan Nelayan Puspita Bahari Demak, Masnu'ah, menggambarkan perubahan besar yang dialami warga Timbulsloko akibat abrasi dan banjir rob. Wilayah yang dahulu memiliki sawah, kebun, ladang, serta pepohonan kini mengalami perubahan drastis hingga membatasi ruang bermain anak-anak dan menghilangkan sejumlah akses darat.

Meski menghadapi kondisi tersebut, perempuan nelayan Timbulsloko terus berupaya mempertahankan ekonomi keluarga melalui pengolahan hasil laut. Mereka mengandalkan solidaritas dan gotong royong untuk menjaga kehidupan komunitas sekaligus mempertahankan sumber daya laut bagi generasi berikutnya.
 
Xtreme Impact 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan 100 tahun Kolese Kanisius yang digerakkan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius angkatan 1992 atau CC92. Selain aksi renang dan penggalangan dana untuk masyarakat pesisir, kegiatan ini mencakup bakti sosial operasi katarak gratis bagi hingga 150 pasien prasejahtera di lingkungan Koarmada II TNI AL Surabaya.

Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta, James W. Prakarsa, mengatakan bahwa perayaan satu abad Kolese Kanisius ingin diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dukungan juga diberikan TNI AL melalui fasilitasi kegiatan sosial-maritim, termasuk persiapan prosedur keselamatan untuk aksi renang dan pelaksanaan bakti kesehatan di KRI dr. Soeharso 990.

Dari sisi keselamatan, seluruh perenang amatir telah menjalani pemeriksaan medis yang mencakup fungsi kardiovaskular, paru-paru, dan ketahanan fisik. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan peserta menghadapi tantangan renang di perairan terbuka.

Melalui Xtreme Impact 2026, masyarakat diajak berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk membantu perempuan nelayan dan warga Desa Timbulsloko. Partisipasi tersebut diharapkan dapat mengubah keberanian 19 perenang menjadi dukungan nyata bagi warga pesisir yang berjuang mempertahankan kehidupan di tengah ancaman perubahan iklim.

Bagi Mira Hoeng dari Miwa Pattern yang mendesain jaket dan baju renang bertema wave of hope, pihaknya ingin membuat lebih dari sekadar jaket. 

“Ini adalah lencana kehormatan dan cerita keberanian. Setiap goresan motif pada jaket ini bukan sekadar pola tekstil biasa. Ia lahir dari kisah nyata, keringat, dan keberanian luar biasa dari para perenang yang berjuang membawa gelombang kebaikan," ujarnya.

Donasi bisa disalurkan melalui platform resmi BenihBaik.com pada kampanye "Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak" 










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA