Neil Young. (Foto: Instagram/@neilyoungarchives)
Neil Young. (Foto: Instagram/@neilyoungarchives)

Lagunya Diputar Tanpa Izin di Acara Donald Trump, Neil Young Ajukan Gugatan Rp157 Miliar

Basuki Rachmat • 28 Oktober 2026 15:00
Ringkasnya gini..
  • Musisi Neil Young menggugat komite penggalangan dana Donald Trump sebesar USD10 juta atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu.
  • Gugatan dipicu pemutaran lagu "Rockin' in the Free World" tanpa izin pada rapat umum politik di Youngstown, Ohio.
  • Neil Young menegaskan pesan kritis dalam lagunya bertolak belakang dengan nilai dan kebijakan politik yang diusung Trump.
Jakarta: Musisi senior Neil Young menggugat komite penggalangan dana pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Komite Trump 47, sebesar USD10 juta atau sekitar Rp157 miliar. Gugatan tersebut dilayangkan atas dugaan penggunaan lagu “Rockin' in the Free World” tanpa izin dalam sebuah rapat umum politik.

Pelantun “Harvest Moon” itu menuding komite tersebut melanggar hak cipta ketika memutar lagu yang dirilis pada 1989 itu sebelum Trump naik panggung dalam rapat umum di Youngstown, Ohio, pada 12 Oktober.

Melalui perusahaannya, Silver Fiddle Music, Young menyebut pemutaran lagu tersebut dilakukan tanpa izin maupun persetujuannya. Dalam dokumen gugatan, tindakan itu disebut sebagai “pertunjukan publik tanpa izin” (unauthorized public performance).

Pihak Young juga menyatakan Trump mengetahui bahwa izin diperlukan untuk memutar lagu tersebut dalam rapat umum politik. Namun, menurut dokumen gugatan, Young tidak pernah memberikan dan tidak akan memberikan lisensi yang dibutuhkan untuk penggunaan lagu tersebut.

Gugatan itu turut menyebut “Rockin' in the Free World” telah diputar dalam sejumlah rapat umum Trump lainnya.

Di Amerika Serikat, penggunaan musik dalam acara politik dapat memerlukan lisensi pertunjukan publik, meskipun penyelenggara telah membeli salinan rekaman secara legal. Oleh karena itu, kepemilikan rekaman tidak serta-merta memberikan hak untuk memutarnya di hadapan publik dalam sebuah acara.
   

Neil Young Sebut Lagunya Bertentangan dengan Politik Trump


Neil Young sendiri telah lama menunjukkan penentangannya terhadap politik Trump. Ia menggambarkan “Rockin' in the Free World” sebagai lagu yang mengkritik kesenjangan antara janji-janji politik Amerika dan kenyataan yang dihadapi kelompok masyarakat rentan.

Menurut Young, lagu tersebut menyoroti kontras antara retorika politik dengan kondisi kaum miskin, tunawisma, dan kelompok masyarakat yang terabaikan.

Young juga menegaskan bahwa pesan dalam lagu tersebut bertolak belakang dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Trump.

Melalui unggahan di situs resminya pada Selasa, Young bahkan menyampaikan pesan langsung kepada Trump. Ia mengucapkan terima kasih karena Trump pernah menghadiri sejumlah pertunjukannya pada era 1980-an dan 1990-an. Namun, ia tetap menegaskan penolakannya terhadap penggunaan musiknya dalam kegiatan politik Trump.

“Saya minta maaf hal ini harus terjadi, tetapi uang dan transaksi adalah sesuatu yang Anda pahami,” tulis Young.

Gugatan senilai USD10 juta tersebut menjadi langkah hukum Young untuk mempersoalkan penggunaan lagunya dalam acara politik tanpa izin. Tuduhan yang tercantum dalam gugatan itu masih merupakan klaim pihak penggugat dan belum dengan sendirinya menjadi putusan pengadilan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA