NEWSTICKER
Andy F. Noya bicara tentang kisah hidupnya dan perjuangannya. (Foto: MI/Fransisco Carolio)
Andy F. Noya bicara tentang kisah hidupnya dan perjuangannya. (Foto: MI/Fransisco Carolio)

kisah

Andy F. Noya Bicara tentang Kebaikan yang Buat Candu

Rona kisah Andy F. Noya
Kumara Anggita • 09 Maret 2020 09:32
Jakarta: Tetesan keringat jatuh menyusuri kulit seorang anak yang sedang menyusuri sebuah jalan. Dia berjalan sambil mengelap mukanya yang lugu dan terpampang pada pecahan kaca di sudut jalanan.
 
Anak ini baru saja mengambil rapornya sendiri dari sekolah. Tertulis di halaman depan rapor yang agak kusut itu ‘Andy F. Noya’. Dia terus berjalan tanpa tahu apa yang akan diberikan masa depan padanya.
 
Sesampainya di pintu rumah, dia disambut dengan tugas lainnya. Bukan hanya belajar namun melipat baju-bajunya sendiri.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andy kecil yang berambut keriting menggemaskan ini terlalu cepat untuk belajar menjadi mandiri. Andy harus melakukan berbagai kegiatan yang belum perlu dilakukannya karena keterbatasan orang tuanya. 
 
Tak ada yang menolong, berat tentunya dia rasakan. Namun Andy tetap melanjutkan hidupnya bersama ibunya tercinya, seorang single parent.
 
“Kembali ke masa laluku. Aku kan hidup atau lahir di keluarga miskin. Ibu seorang tukang jahit sementara ayah seorang tukang betulkan mesin tik. Mereka berpisah jadi aku ini lahir dari keluarga broken home di mana aku tidak merasa kasih sayang seorang ayah. Dan ibuku single parent yang harus berjuang untuk menghidupi kami bertiga. Anaknya lima. Dibawa dua oleh ayahku dan tiga oleh ibuku,” ungkapnya pada Medcom.id.
 
“Di situ kami hidupnya susah. Ibu pernah jadi kasir di tempat makan. Jam empat pagi sudah harus bangun dijemput mobil sayur. Aku harus urus diriku sendiri. Sekolah. Pulang sekolah harus cuci baju sendiri. Ambil rapor sendiri. Semua sendiri. Ditambah lagi kami tidak punya rumah."
 

(Bincang hangat dengan aktris Dian Sastro. Video: Dok. Kick Andy Show (Official)/@kickandyshow)
 
"Jadi kadang ditampung di garasi rumah orang. Di kamar pembantu. Karena ibuku berat dua kakakku ditaruh di asrama. Jadi gratis,” lanjutnya.
 
Untungnya, masa-masa yang tak mudah ini tak permanen melekat pada nasibnya. Beranjak dewasa, Andy berkesempatan untuk mengadu nasib menjadi seorang jurnalis. 
 
Bekerja dengan tulus dan sederhana, akhirnya Tuhan memberinya kesempatan untuk memiliki program sendiri yang dinamakan Kick Andy. Program ini membagikan cerita-cerita inspiratif yang menyentuh hati para penonton. 
 
Andy tahu melalui programnya ini banyak orang bisa terbantu. Seiring dengan berkembangnya program, Andy serta rekan-rekannya mengembangkan gerakan kemanusiaan lain dengan membuat Kick Andy Foundation yang bisa digunakan untuk menolong mereka yang membutuhkan. 
 
“Ketika dewasa aku tak ingin lihat anak-anak seperti aku merasakan hal yang sama. Dulu aku tidak ada yang menolong harus berjuang sendiri padahal kami membutuhkan pertolongan. Aku merasa hidup sebagai jurnalis apa lagi punya program televisi, harusnya bisa buat lebih daripada katakanlah menyisihkan sekedar dari uangku untuk membantu orang-orang yang tidak mampu,” ujarnya.
 
“Dari Kick Andy aku mendorong orang untuk berbuat baik. Kamu lihat di kick Andy berbagai cerita tentang berbagi, mengasihi, saling tolong-menolong. Itu yang aku ingin semakin hari semakin besar orang yang dibantu. Dari sana ada keinginan untuk tidak hanya ada program Kick Andy yang ingin menginspirasi tapi bisa betul-betul bermanfaat untuk orang lain. Itulah cerita lahirnya kick Andy Foundation,” lanjutnya.
 
Andy Melihat bahwa gerakan untuk menolong sesama tidak bisa berhenti hanya di sini saja. Dengan memanfaatkan teknologi, Andy akhirnya bisa membuat platform yang lebih praktis diakses melalui internet yang disebut dengan BenihBaik.com.
 
“Kalau kita lihat ini dimulai dari kegiatan sosial yang dilakukan oleh aku dan teman-teman melalui Kick Andy Foundation. Karena kita tahu persis di balik layar Kick Andy ada banyak kegiatan sosial. Kita punya kaki palsu gratis, kaki untuk anak-anak miskin, sekolah untuk anak-anak miskin di Indonesia. Kita juga punya operasi katarak, bibir sumbing, berbagi bola untuk klub di desa-desa, berbagi buku, dan lain-lain,” ungkapnya.
 
“Dalam perjalanan waktu kalau model foundation yang konvensional seperti Kick Andy Foundation punya keterbatasan. Kalau ada yang butuh bantuan orang harus cari aku atau timnya. Begitu juga dengan orang yang mau bantu. Ini bagus namun impact-nya kurang besar. Nah teknologi digital sangat membantu. ketemu seorang teman namanya Firdaus yang mau bantu agar dampaknya lebih besar. Karena orang jadi bisa semua akses. Tidak hanya harus kenal saya atau teman-teman saya,” ujarnya.
 
Andy F. Noya Bicara tentang Kebaikan yang Buat Candu
(Cerita hangat Andy bersama Muhammad Abror pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda. Foto: Dok. Kick Andy Show (Official)/@kickandyshow)

Tak semua orang miskin itu pemalas

Banyak orang menilai bahwa kemiskinan muncul karena kemalasan. Namun sesungguhnya perspektif ini tak bisa dipahami sesederhana itu. Andy mengungkapkan bahwa mereka yang sudah dalam lingkaran kemiskinan sangat sulit untuk mengubah nasibnya. Oleh karena itu, dia berpikir bahwa bantuan modal akan sangat membantu.
 
“Orang yang lahir dari keluarga tidak mampu, belum tentu malas. Banyak yang rajin tapi memang pintu belum terbuka buat mereka. Bahkan kadang mereka sudah berusaha, produknya bagus tapi tak ada modal atau uang untuk mengembangkan usahanya,” tegasnya.
 
“Di BenihBaik.com ini aku membantu (Unit Mikro Kecil Menengah) UMKM, ada juga pemberdayaan perempuan. Dia punya unit usaha namun tak bisa berkembang karena modal. Saya harap BenihBaik.com bisa jadi solusi untuk permasalahan modal. Selain urusan anak yang tak bisa dioperasi dan semacamnya,” katanya.
 
Anda bisa menolong dalam bentuk apa pun. Satu niat disatukan akan memberikan dampak yang luar biasa. “Membantu itu tidak harus dalam jumlah yang besar kalau kita bicara materi. Kamu sisihkan 10 ribu seminggu, itu berarti. Namun dulu belum ada platform semacam BenihBaik.com. Sekarang 10 ribu itu bisa dimasukkan. Kalau ada seribu orang berpikir bersama 10 ribu dikali 1.000 akan besar,” katanya.
 
“Tapi kalau tak punya uang atau tak mau bagi uang, kamu bisa membagikan keterampilanmu. Skill apa yang kamu miliki. Kamu pintar main piano ajarkan anak-anak di kampung bermusik. Kamu bisa komputer, cari di perumahan-perumahan dari tidak mampu untuk mengajarkan itu. Kalau pintar matematika, ajarkan matematika. Pintar berdongeng lakukan itu. Apa yang kamu miliki kamu bagi,” lanjutnya.
 
Andy F. Noya Bicara tentang Kebaikan yang Buat Candu
(Terinspirasi akan perjuangan sang ibu, Andy terus memberikan perhatian pada kaum perempuan. Baginya satu perempuan pintar cerdas yang memahami hak-hak dan menjadi tiang keluarga akan menurunkan ilmu seperti itu ke anak-anaknya. Foto: Dok. Kick Andy Show (Official)/@kickandyshow)

Kita perlu menolong para perempuan

Dalam BenihBaik.com, Andy dan teman-temannya juga mengutamakan pertolongan untuk para perempuan. Baginya, perempuan adalah tonggak penting dalam setiap keluarga. Berinvestasi pada satu perempuan akan memberikan dampak yang besar bagi keluarganya dan dalam skala yang lebih besarnya lagi, bantuan ini akan terlihat dampaknya pada masyarakat.
 
Andy mulai melihat ini dari bagaimana dia melihat perjuangan sang ibu yang begitu kuat. “Ibuku seorang pejuang. Dia sebagai single parent. Pada zaman itu tidak biasa. Belum biasa perempuan bekerja untuk mencari nafkah namun ibuku karena keadaan harus berjuang mencari nafkah. Dan aku lihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana seorang perempuan itu fight untuk menghidupi keluarganya. Disini aku menyadari peran perempuan besar sekali,” jelasnya.
 
Dia percaya bahwa perempuan bisa begitu penting perannya karena biasanya relasi mereka dengan anak begitu dekat.
 
“Satu perempuan pintar cerdas yang memahami hak-hak dan menjadi tiang keluarga akan menurunkan ilmu seperti itu ke anak-anaknya. Anak lahir akan lebih dekat dengan ibu sementara ayah akan lebih sering keluar rumah mencari nafkah. Jadi faktor ibu sangat besar sehingga pemberdayaan perempuan ini kalau berjalan dengan baik, Indonesia akan lebih baik,” katanya.
 
“Bagaimana kita lihat seorang ibu cintanya kepada keluarganya akan memberikan yang terbaik buat anak-anaknya,” tambahnya.
 
Andy F. Noya Bicara tentang Kebaikan yang Buat Candu
(Quote Andy dalam laman Instagram resmi Kick Andy. Foto: Dok. Kick Andy Show (Official)/@kickandyshow)

Kecanduan dari menyebarkan kebaikan 

Andy menyebutkan bahwa berbuat baik bisa menimbulkan candu tersendiri. Tak disangka hal yang sederhana bisa membuatnya merasa  puas dan bahagia. 
 
“(Berbuat baik) adalah satu kebahagiaan tidak terukur. Itu luar biasa. Kedua, ini menjadi candu. Setiap orang yang berbuat baik dan melihat orangyang dibantu berbahagia, membuat kita ingin mengulang-ulang lagi perasaan bahagia seperti itu. Mungkin tidak bisa dirasakan dengan cara membeli. Bahagia banget,” ujarnya.
 
Dia berharap akan semakin banyak orang yang tergerak hatinya dan mau membantu sesama. Lakukanlah sekarang, tak perlu dalam bentuk materi namun apa pun yang bisa kita beri demi orang lain.
 
“Hidup itu singkat. Bagaimana kita orang per orang memaknai hidup kita. Banyak orang terlalu lama untuk menunggu untuk berbuat baik. Misalnya, aku belum jadi orang kaya nanti tunggu dulu punya uang buat aku berbagi untuk sesama. Aku hanya ingin mengingatkan, jangan sampai terlambat. Sampai kamu mati, kamu belum berbuat baik dalam hidupmu."
 
"Kenapa? karena menunda bisa dilakukan dengan segala alasan. Misalnya orang bilang kalau gajinya naik dia akan membantu. Nanti saat gajinya naik dia belum punya motor. Setelah punya motor. Tunggu dulu aku belum punya mobil. Begitu punya mobil belum punya rumah. Dan seterusnya,” ujarnya.
 
Dia tahu bahwa tak semua orang bisa dibantu. Namun tentu saja gerakan semacam ini akan memberikan pengaruh yang positif bagi kita semua.
 
“Tentu tidak semua persoalan bisa terselesaikan. Ada 26 juta orang Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah ini terlalu besar untuk kehadiran BenihBaik.com. Butuh banyak platform yayasan untuk membantu mereka,” pungkasnya.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif