Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan tentang Bigmo yang mempromosikan liquid vape atau rokok elektrik dalam siaran langsungnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki pengaduan tersebut.
"Ini masih pengaduan tapi sedang dalam penyelidikan," kata Budi Hermanto kepada awak media, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Rencana Pemanggilan Pelapor
Dalam prosesnya, pihak yang membuat laporan pengaduan akan dipanggil oleh kepolisian guna dimintai klarifikasi untuk menggali informasi sebelum kasus naik ke tahap penyidikan."Dan mengundang klarifikasi yang menyampaikan pengaduan dan lain-lain," tutur Budi.
Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape
Sebelumnya, YouTuber dengan nama asli Muhammad Jannah tersebut dilaporkan ke Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Metro Jaya. Laporan ini berkaitan dengan dugaan pelibatan anak di bawah umur dalam promosi produk vape melalui siaran langsung di media sosial.Pelapor menilai konten live streaming yang dilakukan Bigmo pada 28 Juli 2026 mengandung unsur eksploitasi ekonomi terhadap anak, sekaligus melibatkan anak dalam promosi produk yang mengandung nikotin dan zat adiktif.
Bigmo diduga melanggar Pasal 76I juncto Pasal 88 serta Pasal 76J ayat (2) juncto Pasal 89 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Jika terbukti bersalah, ancaman hukuman maksimal yang dapat dikenakan mencapai 10 tahun penjara.
Permintaan Maaf Bigmo
Sementara itu, Bigmo telah menyampaikan permintaan maaf melalui kanal YouTube pribadinya. Ia mengakui tindakannya memicu polemik dan menyatakan penyesalan atas konten yang dibuatnya.Ia juga meminta maaf kepada seluruh merek yang pernah bekerja sama dengannya. Ia menegaskan bahwa seluruh ucapan dalam siaran langsung tersebut merupakan keputusan pribadinya, bukan atas arahan pihak mana pun.
Bigmo menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya sebagai kreator konten. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten dan menjalankan kerja sama di masa mendatang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda