Pengaduan masyarakat itu diajukan pada 31 Juli 2026 dengan nomor 0025/LIT-OUT/TAP/VII/2026. Pelapor menilai konten live streaming yang dilakukan Bigmo pada 28 Juli 2026 mengandung unsur eksploitasi ekonomi terhadap anak sekaligus melibatkan anak dalam promosi produk yang mengandung nikotin dan zat adiktif.
Konten yang dipersoalkan disebut sempat diunggah melalui akun Instagram milik Bigmo sebelum akhirnya dihapus. Dalam tayangan tersebut, Bigmo mengajak anak-anak di bawah umur mempromosikan produk liquid vape yang memiliki batasan usia bagi konsumennya.
Bigmo diduga melanggar Pasal 76I juncto Pasal 88 serta Pasal 76J ayat (2) juncto Pasal 89 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Jika terbukti bersalah, ancaman hukuman maksimal yang dapat dikenakan mencapai 10 tahun penjara.
Menanggapi laporan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian akan lebih dulu melakukan verifikasi terhadap pengaduan yang telah masuk.
"Itu baru kami dengar. Kami akan lakukan konfirmasi nanti terhadap laporan tersebut," ujar Budi kepada wartawan.
Bigmo Minta Maaf
Di tengah bergulirnya kasus tersebut, Bigmo telah menyampaikan permintaan maaf melalui kanal YouTube pribadinya. Ia mengakui tindakannya memicu polemik dan menyatakan penyesalan atas konten yang dibuatnya."Perkenalkan saya Muhammad Jannah atau yang biasa dikenal sebagai Bigmo, melalui video ini saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan dan perkataan saya yang telah menimbulkan kegadahan dalam beberapa hari terakhir," katanya.
Bigmo mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan dengan melibatkan promosi produk yang mengandung nikotin. Menurutnya, produk tersebut memang hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa sehingga seharusnya tidak dikaitkan dengan anak di bawah umur.
"Saya mengakui bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan dan tidak dapat dibenarkan, saya menyadari bahwa produk yang mengandung nikotin hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa dan tidak diperuntukkan kepada anak di bawah umur sesuai regulasi. Sebagai seorang konten kreator saya seharusnya memahami tanggung jawab tersebut dan lebih berhati-hati dalam setiap ucapan maupun tindakan yang saya tampilkan kepada publik," jelasnya.
Baca Juga :
Bigmo Minta Maaf ke Azizah Salsha di Kasus Pencemaran Nama Baik: Semoga Tidak Terulang, Izin
Selain itu, Bigmo juga menyampaikan permintaan maaf kepada kreator konten dan komika Firu Designer yang sebelumnya mengkritik tindakannya. Ia mengaku bereaksi secara emosional sehingga memberikan respons yang tidak pantas.
"Saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada Bang Firu, saya seharusnya dapat menerima kritik dan masukan dengan sikap yang lebih terbuka dan dewasa. Respons yang saya berikan saat itu dipengaruhi oleh emosi sesaat sehingga menghasilkan perkataan dan sikap yang tidak pantas untuk dengan tulus kepada Bang Firu," kata Bigmo.
Bigmo turut meminta maaf kepada seluruh merek yang pernah bekerja sama dengannya. Ia menegaskan bahwa seluruh ucapan dalam siaran langsung tersebut merupakan keputusan pribadinya dan bukan atas arahan pihak mana pun.
"Saya juga ingin meminta maaf kepada seluruh brand yang pernah bekerja sama dengan saya. Saya sangat menyesal karena permasalahan yang menjadi tanggung jawab pribadi saya ini turut menyeret nama baik pihak lain. Saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya sampaikan dalam siaran langsung tersebut sepenuhnya merupakan keputusan dan tanggung jawab saya pribadi. Tidak ada arahan instruksi ataupun brief dari pihak mana pun yang mengarahkan saya untuk melakukan atau menyampaikan hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku," paparnya.
Di akhir pernyataannya, Bigmo menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya sebagai kreator konten. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat konten dan menjalankan kerja sama di masa mendatang.
"Kepada seluruh penonton dan masyarakat yang kecewa saya memahami bahwa kepercayaan adalah suatu hal yang harus dijaga melalui tindakan bukan hanya melalui kata-kata. Saya berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten, menjalankan setiap kerja sama, serta lebih memahami tanggung jawab yang saya emban sebagai seseorang yang memiliki audiens," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda